Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Menundukan Pandangannya, Dilamar Gadis Kaya dan Cantik


Suatu sore, usai pulang belanja. Seorang gadis Amerika langsung bergegas pulang menuju Apartemen tempat dia tinggal. Dan setiap pulang ia mau tidak mau harus melewati para lelaki penggoda yang setiap hari mengganggunya seakan-akan hal itu sudah biasa, walau menyakitkan perasaannya.

Setelah masuk ke dalam Lift Satu persatu penumpang telah keluar dan kini tinggallah ia bersama seorang pemuda Maroko.

Si gadis cantik itu khawatir akan diganggu atau terjadi apa-apa dengannya, sebab ia akan berada cukup lama di dalam lift di gedung tinggi pencakar langit itu.



Karena sudah banyak dan sering terjadi tindak kejahatan terjadi di New York,apakah itu pemeresan atau pemerkosaan.

Dan kini ia berada di lift hanya berdua dengan pemuda asing itu, ketakutan pun makin membuatnya keringat dingin.Hingga Ia memasang kewaspadaan, sembari mengamati gerak-gerik pemuda aneh itu.

Ia hampir tiba di lantai tujuan. Pelan-pelan perasaan khawatirnya mulai menghilang, berganti penasaran. Pasalnya, ia melihat pemuda itu tampak selalu menundukkan pandangan dari sejak memasuki lift.

Saat keluar dari lift, gadis itu memberanikan diri bertanya. “Hai bung, Maaf, Apakah aku tidak cantik..?”

“Bagaimana aku tahu engkau cantik atau tidak, aku tidak melihat wajahmu sama sekali” kata pemuda itu masih dengan menundukkan pandangan.

“Mengapa engkau tidak melihatku, apakah aku tidak cantik?” tegasnya sambil penasaran.

“Maaf, Agamaku melarangku.” jawabnya

“Dari tadi aku sempat berpikir engkau akan menggangguku”

“Aku takut kepada Allah” Timpal pemuda itu.

“Agamamu yang telah melarangmu melihat wajah gadis asing, pasti juga melarangmu mengganggu kan..?”

“Ya, Islam melarang kami berbuat buruk. Termasuk mengganggu orang lain”

Sang gadis takjub dan berucap dalam hatinya " Ini adalah mutiara langka, simpulnya.
Pria seperti inilah yang dicarinya. Pria yang baik hati, taat kepada agamanya dan pasti setia.

“Maukah engkau menikah denganku?” Mungkin pertanyaan itu amat tabu bagi banyak wanita Asia, tetapi gadis Amerika itu tanpa malu mengatakan kejujuran hatinya saat itu juga.

Ia tidak banyak mempertimbangkan apakah sang pemuda itu nantinya mau atau menolak. Jika ia mau, berarti ia telah beruntung dengan langsung menanyainya. Kalaupun tidak pemuda itu tidak mau, toh hanya mereka yang tahu dialog itu. Tidak akan ada ruginya, tidak pula menjatuhkan harga dirinya.

“Saya muslim. Apa agamamu?” tanya sang pemuda.
“Saya bukan muslimah..” dengan menggelengkan kepalanya

“Kalau begitu saya tidak bisa menikah denganmu” tukas pemuda.
“Jika aku masuk agamamu, apakah engkau mau menikah denganku?”

“Ya, insya Allah” Jawabnya pemuda tsb
Gadis cantik itu kemudian bertanya bagaimana cara masuk Islam. Dengan cepat, ia juga mempelajari Islam. Akhirnya, gadis cantik itu menjadi mualaf dan menikah dengan pemuda Maroko tersebut.

Pemuda Maroko itu tidak menyangka, istrinya adalah seorang gadis yang kaya raya. Rupanya ia mendapatkan warisan yang sangat banyak dari orang tuanya. Kini, jadilah pemuda Maroko itu orang yang kaya raya bersama istrinya yang cantik dan shalihah.

Subhanallah… Dengan keTakwaannya pada Allah,menghindarkan dua matanya dari hal yang dilarang Allah, Pemuda itu dibalas Allah dengan dua kebaikan: mendapatkan gadis cantik dan menjadi orang kaya.

Semoga dari kisah nyata yang pernah diceritakan ulama Mesir Syaikh Muhammad Hassan, membuat Saudara-saudariku lebih bersemangat takwa kepada Allah.

Digolongkan menjadi Hamba nya yang shaleh / shalehah pada dan menjadikan keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah.




Subscribe to receive free email updates:

Contact Form

Name

Email *

Message *