Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Perjalanan Menuju Surga Banyak Godaan


Perjalanan Menuju Surga Banyak Godaan

Kembali mengingatkan bahwa sejatinya, manusia itu tidak hidup hanya sekali. Manusia akan dibangkitkan kembali oleh Allah ﷻ untuk mempertanggung jawabkan amalnya dan mendapatkan ganjarannya atas yang telah ia perbuat di dunia.

Setelah alam dunia, manusia akan dihadapkan dengan alam kubur, nantinya manusia akan ditanya oleh malaikat Munkar Nakir. Jika amalannya baik ia akan mendapat nikmat kubur, jika amalannya buruk kelak mendapat siksa kubur.

Kemudian ketika sasangkala ditiup, masa itu adalah tanda awal usainya usia bumi. Alam semesta akan hancur. Tak terkecuali manusia. Pada masa ini, tak ada lagi yang tersisa di muka bumi. Setelah bumi luluh lantak, manusia akan melewati babak baru kehidupan. Manusia akan melanjutkan perjalanan panjangnya menuju akhirat.

Seluruh manusia akan dibangkitkan pada Hari Kebangkitan, dikumpulkan di Padang Mahsyar. Selama di Padang Mahsyar, manusia menetap di padang ini sangat lama, dan panas.

Saking lamanya keputusan dari Allah, sebagian orang berkata, "putuskanlah walaupun saya harus ke neraka," saking mencekamnya keadaan di sana.

Manusia kemudian datang kepada nabi-nabi, ada : Ibrahim, Musa, Isa, dan semuanya tidak bisa memberi syafaat. Sampai akhirnya seluruh manusia datang kepada Nabi Muhammad ﷺ, kemudian Rasulullah ﷺ sujud di hadapan Allah, dan itulah syafa'at Rasulullah ﷺ yang bisa menyelamatkan umatnya.

Setelah syafaat didapat, perjalanan masih belum selesai. Manusia masih harus menempuh tahapan yang akan menentukan mereka bermuara ke surga atau neraka.

Hari itu adalah Hari Perhitungan, Hari Penyerahan Catatan Amal, dan Hari Penimbangan Amal. Pada hari ini segala amal dihitung, ditampakan dan ditimbang. Jika kebaikannya lebih banyak dibandingkan keburukan, maka timbangannya akan lebih berat ke kanan. Dan sebaliknya, jika lebih banyak keburukan, timbangannya akan lebih berat ke kiri.

Setelah masa perhitungan ini selesai, manusia tidak langsung dikirim ke destinasi terakhir.
Manusia akan mendatangi Telaga Al-Kautsar milik Rasulullah. Telaga ini airnya lebih putih ketimbang susu, aromanya lebih harum ketimbang minyak kasturi.

Bagi orang-orang yang beriman yang meminum satu teguk dari telaga ini kelak tidak akan merasakan haus selamanya. Setelah itu baru manusia menyebrangi jembatan (sirath) dan sampai di destinasi terakhir, yaitu surga atau neraka. Menyadari bahwa perjalanan kita sangat panjang menuju surga, alangkah baiknya jika kita memperhatikan segala tingkah laku kita di dunia. Merencanakannya lebih matang dari pada merencanakan masa depan di dunia.

Diingatkan melalui Surat Al-Hasyr ayat 18-21, bahwa hendaknya orang-orang beriman memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Sebab sebagaimana yang telah kita ketahui, perjalanan di akhirat lebih panjang dan lebih berat, tergantung dengan amal yang kita lakukan di dunia.
Yuk saudara saudari ku, kita siapkan bekal kita sebaik-baiknya. Melakukan kebaikan jika hanya satu kali dengan jumlah besar kita tidak akan mampu, namun apabila dilakukan sedikit demi sedikit setiap harinya, Insyaa Allah jumlahnya akan menggunung.

Fastabiqul khairat, saudaraku.

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya untuk kita semua.
Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *