Ada kalanya kita tidak membutuhkan banyak nasihat. Kita hanya ingin berhenti sebentar, menarik napas, lalu berdoa kepada Allah agar semua yang terasa berat menjadi sedikit lebih ringan.
Karena ada masalah yang tidak mudah diceritakan kepada siapa pun. Ada pikiran yang terus berputar di kepala. Ada jalan yang terasa buntu, sementara kita sendiri tidak tahu harus mulai dari mana.
Dalam keadaan seperti itu, mungkin doa sederhana ini bisa menjadi teman untuk menenangkan hati:
“Ya Allah, tolong lapangkan semua yang ku rasa sempit, tolong mudahkan semua yang ku rasa sulit, tolong wujudkan semua yang ku rasa mustahil.”
Doa tersebut terasa sederhana, tetapi menyimpan harapan yang begitu dalam. Sebuah pengakuan bahwa kita memiliki batas, sementara pertolongan Allah tidak terbatas.
Ketika Hidup Terasa Terlalu Berat
Setiap orang pasti pernah berada di fase ketika semuanya terasa datang bersamaan.
Masalah belum selesai, sudah muncul masalah lain. Pikiran belum tenang, ada lagi sesuatu yang harus dipikirkan. Kita ingin menyelesaikan semuanya, tetapi tenaga, waktu, bahkan hati terasa tidak cukup.
Di saat seperti itu, jangan merasa harus selalu terlihat kuat.
Menangis bukan berarti lemah. Mengeluh kepada Allah bukan berarti menyerah. Justru melalui doa, kita sedang mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya.
Manusia bisa memiliki banyak rencana, tetapi tetap ada hal-hal yang berada di luar kendali. Karena itu, selain berusaha, kita juga perlu belajar menyerahkan hasilnya kepada Allah.
“Ya Allah, Lapangkan yang Aku Rasa Sempit”
Tidak semua kesempitan berbentuk masalah keuangan atau keadaan yang sulit secara nyata.
Kadang yang terasa sempit adalah hati.
Hati yang dipenuhi kekhawatiran. Hati yang terlalu lama menyimpan kecewa. Hati yang bingung menentukan pilihan. Atau hati yang merasa sendirian menghadapi sesuatu yang tidak kunjung selesai.
Maka mintalah kepada Allah agar hati diberikan kelapangan.
Semoga sesuatu yang hari ini terasa begitu berat perlahan menjadi lebih mudah untuk dijalani. Bukan karena semua masalah langsung menghilang, tetapi karena Allah memberikan kekuatan untuk menghadapinya.
“Mudahkan Semua yang Aku Rasa Sulit”
Ada hal-hal yang menurut kita sulit, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Mungkin kita sedang menunggu pekerjaan. Mungkin sedang berusaha menyelesaikan sebuah urusan. Mungkin ingin memperbaiki keadaan keluarga. Mungkin sedang menunggu jawaban atas sesuatu yang sudah lama didoakan.
Teruslah berusaha sambil berdoa.
Jangan hanya meminta jalan yang mudah, tetapi mintalah juga hati yang kuat untuk melewati jalan yang sulit.
Sebab terkadang Allah tidak langsung mengubah keadaan. Namun, Allah memberikan kesabaran, ketenangan, ide, kesempatan, atau seseorang yang kemudian menjadi jalan keluar dari masalah tersebut.
“Wujudkan yang Aku Rasa Mustahil”
Kalimat ini mungkin menjadi bagian yang paling menyentuh.
Sebab kita semua pasti pernah mempunyai sesuatu yang rasanya hampir mustahil terjadi.
Sebuah keinginan yang sudah lama disimpan. Sebuah cita-cita yang belum tercapai. Sebuah keadaan yang ingin diperbaiki. Atau sebuah doa yang berkali-kali dipanjatkan meskipun jawabannya belum terlihat.
Ketika manusia mengatakan, “Sepertinya tidak mungkin,” jangan buru-buru berhenti berharap kepada Allah.
Namun, tetap ingat bahwa berdoa bukan berarti memaksa Allah memberikan sesuatu persis seperti yang kita inginkan. Kita memohon karena percaya bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita.
Bisa jadi yang kita minta diberikan sesuai harapan. Bisa jadi waktunya berbeda. Bisa jadi bentuk jawabannya berbeda. Dan bisa jadi Allah menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik.
Allah Tahu Isi Kepala yang Tidak Bisa Kita Ceritakan
Ada satu bagian dari doa tersebut yang terasa sangat manusiawi:
“Peluk hangat hati dan semua isi kepalaku ini, aku sedang tidak baik-baik saja.”
Kita mungkin tidak selalu mampu menjelaskan apa yang sedang terjadi dalam diri kita.
Bahkan kepada orang terdekat sekalipun, terkadang kita hanya bisa berkata, “Aku baik-baik saja,” padahal sebenarnya tidak.
Tetapi kita tidak perlu menyembunyikan apa pun dari Allah.
Ucapkan apa yang ingin diucapkan. Ceritakan apa yang membuat takut. Mintalah apa yang sedang diharapkan. Bahkan jika hanya bisa menangis dalam doa, biarkan air mata itu menjadi bagian dari pengaduan kita kepada-Nya.
Allah mengetahui apa yang tidak mampu kita rangkai menjadi kata-kata.
Kalau Hari Ini Belum Baik, Tidak Apa-Apa
Kita sering merasa harus segera baik-baik saja.
Padahal setiap proses membutuhkan waktu.
Kalau hari ini kamu masih merasa lelah, istirahatlah sebentar. Kalau hari ini belum mampu menyelesaikan semuanya, lakukan satu hal kecil yang masih bisa dilakukan. Kalau hari ini hanya mampu berdoa, jangan remehkan doa tersebut.
Besok masih ada kesempatan untuk mencoba lagi.
Yang penting, jangan kehilangan harapan hanya karena keadaan belum berubah secepat yang kamu inginkan.
Berusaha, Berdoa, Lalu Berserah
Doa bukan pengganti usaha. Begitu pula usaha bukan alasan untuk melupakan doa.
Keduanya bisa berjalan bersama.
Kerjakan apa yang mampu kita kerjakan. Perbaiki apa yang masih bisa diperbaiki. Ambil langkah meskipun kecil. Setelah itu, serahkan hal-hal yang berada di luar kendali kepada Allah.
Kita tidak harus mengetahui seluruh jalan untuk bisa melangkah. Terkadang kita hanya perlu mengambil satu langkah terlebih dahulu, kemudian mempercayakan langkah berikutnya kepada Allah.
Semoga yang Sempit Menjadi Lapang
Jika saat ini ada sesuatu yang sedang membuatmu sesak, semoga Allah memberikan kelapangan.
Jika ada urusan yang terasa sulit, semoga Allah memberikan kemudahan.
Jika ada impian yang terasa mustahil, semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk mewujudkannya apabila itu baik bagi kehidupanmu.
Dan jika pikiranmu sedang penuh, semoga Allah memberikan ketenangan yang tidak bisa diberikan oleh apa pun selain pertolongan-Nya.
Jangan berhenti berdoa hanya karena jawaban belum terlihat. Tetaplah mengetuk pintu-Nya dengan penuh harap, sambil terus melakukan bagian terbaik yang bisa kita lakukan.
Barangkali hari ini belum menjadi hari yang kita inginkan. Namun, kita masih memiliki alasan untuk percaya bahwa keadaan bisa berubah.
Semoga suatu saat nanti kita menoleh ke belakang dan berkata:
“Ternyata Allah benar-benar melapangkan apa yang dulu terasa sempit, memudahkan apa yang dulu terasa sulit, dan memberikan jawaban atas doa yang dulu sempat kukira mustahil.”
Ya Allah, ketika hati kami terasa sempit, lapangkanlah. Ketika langkah kami terasa berat, kuatkanlah. Ketika jalan terasa sulit, mudahkanlah. Dan ketika kami merasa tidak mampu, ingatkan kami bahwa pertolongan-Mu selalu lebih besar daripada segala kesulitan yang kami hadapi.
