Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

BERGAUL DENGAN ORANG YANG BAIK




Seorang muslim diperintahkan untuk memilih lingkungan yang baik, dan teman bergaul yang baik karena hal itu sangat besar sekali pengaruhnya dalam perbuatan maupun akhlak.
Mimilih teman yang baik tidak hanya dalam pergaulan saja, tetapi juga harus dilakukan dalam memilih teman usaha atau bisnis, dan bahkan teman sejati yang menemani tidurnya sehari-hari, yaitu istri.
Allah mengingatkan kaum muslimin tentang pentingnya masalah ini, karena pertemanan itu tidak hanya berlaku didunia, tetapi akan berlanjut sampai hari kiamat.

Allah berfirman,
{الأَخِلاَّءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ} [الزخرف:67].
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa."(Az-Zukhruf: 67).

Firmanya,
{وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يلَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يوَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلاَناً خَلِيلاً. لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِي} [الفرقان:27- 29].
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul".

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia."(Al-Furqān: 27-29)

Allah memperingatkan kaum muslimin dari memiliki teman yang jelek, yang terang-terangan melakukan kemaksiyatan, yang melakukan perbuatan fahisyah (zina dan semisalnya), yang tidak punya moral agama dan tidak berakhlak karena teman yang demikian itu akan menyebabkan berbagai penyakit moral dan penyimpangan yang berbahaya
Duduk bergaul dengan mereka adalah malapetaka.

Sehingga seorang muslim harus memilih teman yang baik, dan bergaul dengan lingkungan tang baik.
Ketika dia lalai, teman itulah tang mengingatkannya, ketika dia sudah dalam kebaikan teman itulah yang membantu untuk mengokohkannya.

Berikut ini diantara sifat orang yang harus dipilih untuk dijadikan teman bergaul:
الوفاء- الأمانة- الصدق- البذل- الثناء-
Menepati janji, amanah, jujur, dermawan, terpuji, dan yang selamat dari sifat-sifat yang tidak terpuji.

Dan pertemanan yang tidak dilatar belakangi ketaatan, di hari kiamat akan berbalik menjadi musuh yang sengit.
Kedua ayat ini,
الأَخِلاَّءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ} [الزخرف:67].
{وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يلَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يوَيْلَتَا لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلاَناً خَلِيلاً. لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَآءَنِي} [الفرقان:27- 29].
turun berkaitan dengan Umayyah bin Kholaf dan Uqbah bin Abi Muaith.
Yang keduanya dulu akrab dengan Nabi صلى الله عليه وسلم dan sering duduk dengan Nabi. Tetapi karena keduanya memiliki teman akrab dari kaum Qurays yang kafir sehingga akhirnya memusuhi Nabi ketika beliau mendakwahkan Islam, bahkan termasuk yang terbunuh dalam perang Badar, karena terpengaruh teman akrabnya yang kafir.

Wallahu a'lam


Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *