Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Jika Allah Sudah Menolong Hambanya, Tidak Ada Lagi yang Mampu Mengalahkannya




Jika Allah sudah menolong hambanya, tidak ada lagi yang mampu mengalahkannya.

Allah berfirman,

إِن یَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡۖ وَإِن یَخۡذُلۡكُمۡ فَمَن ذَا ٱلَّذِی یَنصُرُكُم مِّنۢ بَعۡدِهِۦۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡیَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal."[Ali 'Imran: 160]

Berkata Ahli Tafsir,
Maksudnya apabila Allah membantu kalian dengan pembelaan dan pertolonganya, ”maka tidak ada orang yang dapat mengalahkanmu, ” walaupun orang yang ada di setiap penjuru berkumpul untuk mengalahkan kalian dengan segala sesuatu yang mereka miliki berupa jumlah pasukan dan perlengkapan, karena tidak ada orang yang dapat mengalahkannya. Allah telah menguasai hamba-hambaNya dan telah mengandalikan hidup mereka, dan tidaklah ada seekor hewan melatapun yang bergerak melainkan atas izin-Nya dan tidak pula diam melainkan dengan izin-Nya.

“jika Allah membiarkanmu tidak memberi pertolongan, ” maksudnya membuat diri kalian bersandar pada diri kalian sendiri, ”maka siapakah gerangan yang dapat menolongmu dalam keadan itu, ” Maka pastilah kalian akan terlantar walaupun seluruh makhluk menolong kalian. Dalam ayat ini terkandung perintah untuk meminta pertolongan dan bergantung hanya kepada Allah, dan berlepas diri dari segala daya upaya dan kekuatan diri. Kerenanya Allah berfirman "dan kepada Allahlah bertawakkal orang-orang yang beriman", didahulukan ma'mulnya sebagai Batasan bahwa hanya kepada Allah saja bertawakkal, tidak kepada selain-Nya. Karena sudah pada tahu bahwa hanya Dialah satu-satunya sang penolong, maka bergantung kepadanya adalah bukti tauhid yang dituju, dan bergantung kepada selain-Nya adalah perbuatan syirik yang tidak mendatangkan manfaat bagi pelakunya bahkan mendatang madhorot baginya.

Ayat ini mengandung perintah untuk bertawakal kepada Allah semata, dan bahwasanya sebesar kadar keimanan seoranb hamba, maka sebesar itulah kadar tawakalnya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ

“Ketahuilah sesungguhnya jika seluruh umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.”(HR Ahmad dan At-Tirmidzi, 2516 ).

Sehingga yang wajib diupayakan oleh seorang hamba adalah bagaimana mendapatkan pertolongan Allah itu...?

Allah telah memberikan syarat datangnya pertongan-Nya, dalam firmannya,

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ یَنصُرۡكُمۡ وَیُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ
"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."[Muhammad : 7]

Demikian dalam ayat lain Allah menjamin akan mengokohkan hambanya jika dia beriman dan beramal sholih.

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمۡ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَیُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِینَهُمُ ٱلَّذِی ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَیُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنࣰاۚ یَعۡبُدُونَنِی لَا یُشۡرِكُونَ بِی شَیۡـࣰٔاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَ ٰ⁠لِكَ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah meiyadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan (memberikan kemapanan) agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka.” [An-Nur: 55]


Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *