Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Betapa Berharganya Istiqomah



BETAPA BERHARGANYA ISTIQOMAH

Di bulan suci ramadhan ini banyak amal ibadah dan dzikir yang perlu kita tingkatkan, juga seharusnya ada amalan dzikir yang patut kita istiqomahkan.

Tidak harus bacaan amalan yang panjang-panjang, misalnya setiap subuh dan pagi kita melazimkan membaca Qur'an cukup satu maqra' (ain) saja, yang penting istiqomah.



Betapa berharganya istiqomah,
Pernah diceritakan suatu ketika di kota Tarim, Hadhramaut ada seorang sholeh yang bernama Sayyid Alwi Al-Masyhur. Seorang yang sangat mengagungkan sunnah Nabi Muhammad SAW. Suatu saat beliau kehilangan sebuah peti berisi harta yang merupakan modal dari seluruh perdagangannya, sehingga anggota keluarga dan para kerabat pun sibuk mencarinya.

Setelah dicari-cari, akhirnya anak beliau menemukan harta sang ayah yang hilang tersebut. Ketika itu si anak mendapati sang ayah berada di Musholla sedang membaca Al-Qur'an dan wirid-wirid yang memang dibacanya secara istiqomah antara maghrib dan isya'. Lalu datanglah sang anak dengan tergopoh-gopoh untuk memberitahukan ayahnya tentang kabar gembira tersebut.

Apa kiranya yang ia dapatkan?
Akankah si anak dipuji oleh sang ayah karena membawa kabar gembira tersebut?

Bukan pujian yang didapat, malah kemarahan sang ayah yang diperolehnya.

Perhatikan!
Apakah yang dikatakan Sayyid Alwi Al-Masyhur kepada anaknya tersebut,

"Wahai anakku, engkau telah mengganggu istiqomahku. Kau telah memutuskan wirid-wirid yang biasa aku baca, hanya untuk menyampaikan berita seperti ini?
Kau telah memutuskannya di waktu yang mulia ini?
Di waktu mulia seperti ini kau malah sibuk hanya untuk urusan dunia?
Mulai hari ini keluarlah engkau dari kota ini selama setahun. Perbaikilah adab dan akhlaq mu, setelah itu barulah engkau aku izinkan kembali lagi kesini."

Lihatlah!
Tidak ada harganya harta dunia bagi para kekasih Allah, bila dibandingkan dengan istiqomah.

Semoga Allah memberi kita taufiq untuk bisa meneladani kehidupan Salafunassholihin.
Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *