Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Kalau Ada Masalah Teriak Yaa Habib Umar bin Abdurrahman al Athos



Dulu nenek saya pernah bilang kalau kamu susah teriak, "Yaa Habib Umar bin Abdurrahman al Athos"

Suatu hari ketika saya berada di Hadramaut dan hendak pulang ke Indonesia. Saat tiba di bandara dan ternyata saya tertinggal pesawat yang sudah take off meninggalkan saya alhasil saya harus membeli tiket pesawat kembali agar dapat pulang ke Indonesia sedangkan uang saya habis dan tidak hanya untuk 1 tiket, melainkan 2 tiket lainnya untuk 2 orang yang pergi bersama saya ketika itu.

Saya bingung... Bagaimana saya bisa pulang sedangkan tidak ada uang sama sekali untuk membeli tiket pesawat kembali yang sebelumnya kami tertinggal pesawat.

Lalu saya teringat ucapan nenek saya. Nenek saya berkata, "Jika kamu sedang susah atau kesulitan, teriak dan sebut Yaa Habib Umar bin Abdurrahman al Athos"

Teringat ucapan nenek, lalu saya teriak "Yaa Habib Umar bin Abdurrahman al Athos"

Tidak lama setelah saya berteriak, saya dihampiri seseorang dari KBRI dan orang tersebut mengajak saya untuk keluar meninggalkan 2 orang yang bersama saya di bandara. Diajaklah saya ketempat makan yang enak-enak dan saya dijamu oleh orang tersebut. Kemudian dibelanjakan barang-barang yang luar biasa. Ini baru pertama saya berteriak "Yaa Habib Umar bin Abdurrahman al Athos".

Sekembalinya saya di bandara ketika diajak oleh seseorang dari KBRI. Saya berfikir kembali, "Saya tidak punya uang. Saya mau pulang ke Indonesia tapi tidak punya uang. Uang dari mana?"

Lalu saya berteriak kembali kedua kalinya, "Yaa Habib Umar bin Abdurrahman al Athos".

Tak lama setelah saya berteriak datanglah Syekh Ibrahim menjumpai saya dan Syekh Ibrahim mengatakan, "Ya Hasan, Saya disuruh ibu saya untuk bertemu dengan antum". Padahal ketika itu jarak rumah Syekh Ibrahim dari Tarim ke San'ah seperti dari Jakarta ke Surabaya. Dia mengendarai mobil melewati padang pasir hanya untuk memberikan uang untuk saya dan kedua orang yang bersama saya. Setelah Syekh Ibrahim memberikan uang yang dipesankan oleh ibunya, beliau kembali pulang.

Terselamatkanlah saya ketika itu bisa membeli tiket pesawat kembali ke Indonesia dengan uang yang diberikan oleh Syekh Ibrahim.

Ini bukti kramatnya Habib Umar bin Abdurrahman al Athos. Kramatnya berlanjut ketika saya masuk ke dalam pesawat.

Ketika dalam perjalanan menuju Indonesia waktu itu, pesawat yang saya tumpangi mengalami beberapa turbulens membuat penumpang di dalamnya bergoncang sangat keras dan keadaan pada saat itu penumpang banyak yang menyebut Ya Allah, berzikir, bertazmid dan lain sebagainya. Turbulensi tersebut mengakibatkan pesawat terbang rendah bahkan sedikit lagi menunggu masuk ke dalam laut. Di dalam pesawat semua penumpang panik banyak berzikir dan saya lalu berteriak, "Yaa Habib Umar bin Abdurrahman al Athos".

Berkahnya Habib Umar bin Abdurrahman al Athos, selang beberapa waktu pesawat yang saya tumpangi kembali terbang ke atas dan cuaca pada saat itu berangsur membaik. Tidak ada turbulensi setelah itu sampai saya tiba di Indonesia.

Saya cuma teringat ucapan dari nenek saya, kalau ada masalah teriak "Yaa Habib Umar bin Abdurrahman al Athos".

3 kali Allah membuktikan ketika itu karomah Habib Umar bin Abdurrahman al Athos.

1. Saya kedatangan seorang dari KBRI. Diberikan makanan enak dan hadiah yang bagus.

2. Saya diantarkan uang untuk membeli 3 tiket dan tidak bayar sama sekali.

3. Saya diselamatkan dari kematian.

Inilah adalah kemuliaan dari karomah Habib Umar bin Abdurrahman al Athos. Intinya tidak semua bisa mendapatkan karomah kalau kita tidak yakin dengan auliya-auliyanya Allah SWT. Dan bagaimana kita bisa yakin jika kita tidak sering berhubungan dengan mereka.

Dikutip dari Habib Hasan bin Ja'far Assegaf, Hadrah Basaudan 29 Mei 2022
Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *