Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Idul Fitri Bukan Garis Finish: Habib Mahdi Assegaf Ajak Jamaah Gak Putus Zikir Setelah Ramadan


Sebagai salah satu penceramah penutup yang penuh energi, Al Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf membawa semangat yang membara ke atas panggung Tanah Abang. Beliau tahu betul cara berkomunikasi dengan kaum muda para Syababul Khair yang mendominasi jamaah malam itu. Pesan beliau singkat, padat, dan sangat relevan: Idul Fitri bukanlah akhir dari ibadah, melainkan awal dari pembuktian hasil latihan selama sebulan penuh.

​Sindiran untuk "Muslim Musiman"

Habib Mahdi membuka ceramahnya dengan sebuah sindiran halus namun menohok. Beliau mengutip ucapan ulama terdahulu tentang golongan orang yang "hanya kenal Allah di bulan Ramadan saja". Beliau menyebut mereka sebagai seburuk-buruknya hamba. "Jangan sampai kita jadi muslim yang cuma rajin salat jamaah pas ada takjil gratis doang," candanya yang disambut tawa jamaah, namun sarat akan kebenaran.

​Beliau menekankan bahwa Ramadan adalah bulan pelatihan (madrasah). Jika setelah pelatihan selesai kita langsung kembali ke kebiasaan lama yang buruk, artinya pelatihan kita gagal total. Beliau ingin jamaah Majelis Nurul Mustofa menjadi pembeda di masyarakat menjadi orang-orang yang tetap menjaga saf salat jamaah di bulan Syawal, Zulkaidah, dan seterusnya, bukan hanya penuh di bulan Ramadan saja.

​Zikir Akbar di Pasar: Menjemput Rida Allah

Habib Mahdi sangat mengapresiasi kegiatan Takbir Akbar yang diadakan Haji Heri ini. Beliau menekankan pentingnya mengekspresikan kegembiraan dengan cara yang benar. "Qul bi fadhlillahi wa bi rahmatihi, fa bi dhalika falyafrahu," beliau mengutip ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kita untuk bergembira dengan karunia Allah. Dan karunia terbesar setelah Ramadan adalah kesempatan untuk bertakbir dan berzikir bersama para wali Allah.

​Beliau mendoakan agar keberkahan takbiran ini menular ke seluruh pedagang di Tanah Abang. Beliau ingin zikir ini menjadi "pendingin" di tengah panasnya persaingan ekonomi. Dengan berzikir, kita mengundang Allah ke dalam urusan dunia kita, sehingga rezeki yang didapat bukan hanya banyak secara jumlah, tapi juga berkah secara kualitas. Pesannya jelas: bawa suasana majelis ini ke rumah dan ke tempat kerja masing-masing.

​Harapan untuk Masa Depan Nurul Musthofa

Menutup ceramahnya, Habib Mahdi memberikan dukungan moral yang luar biasa bagi keluarga besar almarhum Habib Hasan bin Jafar Assegaf. Beliau mendoakan agar putra-putra dan adik-adik almarhum tetap solid dan istiqamah meneruskan estafet perjuangan ini. Di tahun 2026, perjuangan dakwah tentu tidak semakin mudah, namun dengan persatuan, tidak ada yang mustahil.

​Beliau mengajak jamaah untuk terus mendukung dan menjaga majelis ini. Idul Fitri adalah momen kemenangan melawan hawa nafsu, dan kemenangan itu harus dijaga dengan terus berkumpul bersama orang-orang saleh. "Pulang dari sini, jadilah hamba yang baru, hamba yang lebih baik, dan hamba yang selalu rindu akan zikir," pungkasnya. Penutupan Habib Mahdi memberikan suntikan semangat bagi jamaah untuk melangkah ke hari raya dengan optimisme dan tekad untuk tetap istiqamah.

Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *