Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Menemukan Healing Sejati di Tengah Badai Dunia


Kata "healing" sedang sangat tren. Orang-orang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk liburan ke Bali, staycation di hotel mewah, atau sekadar belanja barang branded demi menghilangkan stres. Tapi pertanyaannya: setelah liburan selesai, apakah stresnya hilang? Biasanya tidak. Begitu Senin tiba, beban pikiran kembali menumpuk.

​Habib Abdullah bin Ja'far Assegaf menawarkan konsep healing yang jauh lebih murah dan tahan lama. Beliau mengajak kita kembali ke "Taman Surga" yang ada di bumi, yaitu Majelis Ilmu dan Majelis Zikir. Namun, ada satu syarat mutlak agar healing ini berhasil: Istiqomah.

​Majelis: "Recharge" Energi Spiritual

​Setiap barang elektronik butuh di-charge. HP kita kalau baterainya 5% pasti kita panik. Tapi kenapa saat iman kita tinggal 5%, kita santai-santai saja? Majelis adalah tempat kita mengisi ulang baterai iman. Di sana ada zikir yang menenangkan saraf, ada nasihat yang menjernihkan logika, dan ada perkumpulan orang-orang baik yang auranya positif.

​Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa majelis ilmu adalah Raudhatun min riyadil jannah. Jika kita terbiasa duduk di taman surga dunia, maka Allah akan memudahkan kita untuk duduk di taman surga yang sesungguhnya. Ini adalah janji yang pasti.

​Musuh Terbesar: Urusan Dunia yang "Sok" Penting

​Banyak dari kita yang absen dari majelis dengan alasan sibuk. "Habib, saya ada kerjaan lembur," "Saya lagi ada janji sama klien," atau "Saya lagi capek banget." Habib Abdullah mengingatkan kita dengan sangat lembut tapi tegas: jangan biarkan urusan duniawi apalagi urusan wanita atau harta memutuskan rantai istiqomah kita.

​Istiqomah itu berat, itulah sebabnya hadiahnya surga. Kalau ringan, hadiahnya mungkin cuma kipas angin. Konsistensi untuk tetap hadir di majelis, baik saat hati sedang senang maupun susah, itulah yang disebut dengan perjuangan sejati. Jangan sampai kita hanya mencari Allah saat sedang butuh saja, tapi melupakan-Nya saat sedang di atas.

​Strategi Menjaga Istiqomah di Era Distraksi

​Prioritas, Bukan Sisa Waktu: Masukkan jadwal majelis ke kalender utama Anda. Jangan jadikan majelis sebagai pilihan "kalau sempat".

​Cari "Circle" yang Sehat: Istiqomah sendirian itu sulit. Tapi kalau Anda punya teman-teman majelis yang saling mengingatkan, beban itu akan terasa lebih ringan.

​Ingat Tujuan Akhir: Hidup ini sementara. Segala pencapaian duniawi akan kita tinggalkan. Satu-satunya yang kita bawa adalah amal ibadah dan kedekatan kita dengan para ulama dan orang saleh.

​Jika kita merasa hidup kita berantakan, mungkin itu karena kita jarang "healing" di tempat yang tepat. Cobalah luangkan waktu untuk istiqomah di majelis. Rasakan perbedaannya dalam ketenangan hati dan kemudahan urusan. Karena saat kita mengutamakan urusan Allah, maka Allah akan mengatur urusan kita dengan cara yang tak terduga.

Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *