Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Filosofi Bismillah: Mulai Segala Sesuatu dengan Nama-Nya


Sering nggak kita melakukan sesuatu, tapi rasanya kayak nggak ada bekasnya? Makan tapi nggak kenyang, kerja tapi nggak tenang, belajar tapi nggak masuk. Bisa jadi, ada satu elemen kecil yang terlewat: Bismillah. Hal inilah yang dibahas secara mendalam oleh Habib Ahmad saat membedah kitab Akidatul Awwam.

​Mengapa Harus Dimulai dengan Basmalah?

​Habib Ahmad menjelaskan bahwa pengarang kitab Akidatul Awwam, Syekh Ahmad Al-Marzuki, memulai karyanya dengan "Bismillahirrohmanirrohim". Beliau memaparkan tiga alasan kuat kenapa hal ini bukan sekadar formalitas:

  • Mengikuti Al-Qur'an: Al-Qur'an sendiri dimulai dengan Surah Al-Fatihah yang diawali dengan Basmalah. Sebagai hamba, sudah sepantasnya kita meniru cara Allah memulai firman-Nya.
  • Hadis Nabi: Ada hadis yang menyebutkan bahwa setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan "Bismillah" maka akan terputus keberkahannya. Sedikit pahalanya, sedikit manfaatnya.
  • Tradisi Rasulullah: Baginda Nabi Muhammad SAW selalu memulai surat-surat dakwah beliau kepada para raja dengan Basmalah.

​Barokah dalam Aktivitas Harian

​Habib Ahmad memberi contoh yang sangat relevan. Misalnya saat kita makan. Kalau kita lupa baca bismillah, setan bakal ikut nimbrung makan bareng kita. Makanya nggak heran kalau ada orang makan banyak tapi nggak kenyang-kenyang atau nggak jadi tenaga buat ibadah, karena keberkahannya sudah "dicuri".

​Begitu juga dalam pekerjaan atau aktivitas lainnya. Dengan mengucap "Bismillah", kita secara sadar melibatkan Allah dalam urusan kita. Kita mengakui kalau kita ini lemah dan butuh bantuan Sang Maha Pengasih (Ar-Rahman) dan Maha Penyayang (Ar-Rahim).

​Ar-Rahman dan Ar-Rahim: Kasih Sayang yang Tak Terbatas

​Habib Ahmad juga mengingatkan kita tentang sifat Allah yang selalu berbuat baik kepada hamba-Nya (Daimil Ihsan). Nikmat yang kita terima itu saking banyaknya sampai nggak mungkin bisa dihitung. Cara terbaik untuk mensyukurinya adalah dengan menyebut nama-Nya di setiap awal perbuatan.

​Pesan Penutup:

Mulai sekarang, yuk kita biasakan baca "Bismillah" untuk hal sekecil apapun. Mau buka laptop, mau starter mobil, mau minum, atau mau mulai nulis blog. Biar apa? Biar setiap tetes keringat dan setiap detik waktu kita nggak terbuang sia-sia, tapi bernilai ibadah dan penuh barokah.

Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *