Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Menjemput Syafaat dengan Cinta yang Tak Pernah Kering


Pernah nggak sih kita merasa hidup lagi capek-capeknya, terus tiba-tiba butuh sesuatu yang bisa bikin hati adem? Kalau iya, berarti kita satu frekuensi. Di tengah hiruk-pikuk dunia tahun 2026 yang serba cepat ini, kadang kita lupa buat "memberi makan" jiwa kita sendiri. Nah, pesan dari Al Habib Abdallah bin Ja'far Assegaf di Majelis Nurul Musthofa tempo hari bener-bener jadi self-reminder yang ngena banget.

Kenapa Harus Sholawat?

Beliau menekankan satu hal yang sangat fundamental: Sholawat. Mungkin kedengarannya simpel, tapi efeknya luar biasa. Habib Abdallah mengingatkan kita kalau Allah SWT dan para malaikat-Nya saja bersholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Bayangkan, Sang Pencipta semesta saja melakukannya, masa kita yang cuma hamba penuh dosa ini malah malas-malasan?

Dalam tausiyahnya, ada satu kutipan yang bikin merinding. Beliau menceritakan betapa cintanya Rasulullah kepada kita, umatnya. Saat Isra Mi'raj, saat sakaratul maut, hingga nanti saat dibangkitkan di Padang Mahsyar, yang dicari Nabi adalah kita: "Ummatii, ummatii..."

Sukses Jalur Langit

Zaman sekarang, banyak orang mengejar kesuksesan lewat berbagai strategi marketing, koneksi, atau kerja keras bagai kuda. Itu nggak salah, tapi Habib Abdallah mengingatkan ada "jalur pintas" yang penuh berkah. Mau sukses dunia? Lewat Nabi Muhammad. Mau selamat akhirat? Apalagi. Beliau menegaskan kalau segala bentuk keberkahan itu sumbernya satu, yaitu melalui Baginda Nabi.

Konsistensi adalah Kunci

Beliau nggak cuma kasih teori, tapi juga amalan praktis. Salah satunya adalah ijazah sholawat dari almarhum Habib Hasan bin Ja'far Assegaf. Beliau menyarankan kita untuk minimal membaca sholawat 11 kali setiap hari. Sedikit? Mungkin. Tapi kalau dilakukan konsisten (istiqamah), efeknya ke ketenangan hati dan kelancaran urusan bakal terasa banget.

Kesimpulannya?

Jangan biarkan lisan kita kering. Di akhir zaman ini, amalan yang paling bisa kita andalkan saat amalan lain mungkin terasa berat atau penuh riya adalah sholawat. Yuk, mulai hari ini, kita basahi lisan kita dengan sholawat. Bukan cuma buat pahala, tapi buat menunjukkan kalau kita memang rindu sama sosok yang paling mencintai kita melampaui siapapun.

Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *