Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Misteri Mitos vs Realita Mimpi Orang Meninggal


Pernah gak kamu tiba-tiba bermimpi ketemu sama almarhum ayah, ibu, kakek, atau sahabat yang sudah lebih dulu berpulang ke Rahmatullah?

Biasanya, kalau bangun tidur setelah mimpi begitu, perasaan kita langsung campur aduk. Ada rasa rindu yang membuncah, tapi di sisi lain ada juga ganjalan di hati: "Kenapa ya beliau hadir di mimpiku? Apakah ada pesan yang belum tersampaikan? Atau jangan-jangan beliau lagi butuh sesuatu di sana?"

Dalam ceramahnya yang dibawakan dengan sangat renyah, santai, dan penuh humor khas anak muda di Rawa Bambu, Bekasi, Ustaz Yasin membongkar sebuah kisah luar biasa dari kitab klasik Islam tentang hubungan antara orang yang masih hidup dan mereka yang sudah berada di alam barzakh.

Artikel ini bakal membuka mata kita lebar-lebar tentang betapa dahsyatnya efek doa dan selawat yang kita kirimkan buat orang-orang tersayang yang sudah tiada. Yuk, simak sampai habis!

Kisah Ibu dan Mimpinya: Penyingkapan dari Kitab Klasik

Ustaz Yasin menceritakan sebuah kisah legendaris yang termaktub dalam kitab-kitab ulama besar, salah satunya Mukasyafatul Qulub. Kisah ini menceritakan tentang seorang ibu yang datang menemui ulama tabiin terkemuka, Imam Hasan Al-Basri RA.

Ibu ini datang dengan wajah pilu dan hati yang remuk. Dia baru saja kehilangan anak perempuannya. Rasa rindu yang sangat membakar membuatnya ingin sekali melihat wajah sang anak, walau hanya lewat mimpi. Melihat duka sang ibu, Imam Hasan Al-Basri memberikan sebuah amalan salat sunah dan bacaan khusus sebelum tidur.

Malamnya, amalan itu dikerjakan dengan penuh harap. Dan benar saja, Allah mengizinkan ibu tersebut bermimpi bertemu anaknya.

Namun, alangkah terkejut dan hancurnya hati sang ibu ketika melihat kondisi anaknya di alam mimpi!

  • Sang anak tampak sedang mengalami azab di alam kubur.
  • Rambutnya terikat di atas karena semasa hidupnya sering memamerkan aurat dan enggan menutupnya dengan benar.
  • Pakaiannya dipenuhi siksaan lumpur dan aspal panas dari api neraka akibat gaya hidup yang melanggar syariat.

Ibu itu terbangun sambil menangis histeris. Gambaran mengerikan itu terus membayangi pikirannya.

Perubahan Merekah: Kejutan di Hari Berikutnya

Tidak lama setelah kejadian itu, giliran Imam Hasan Al-Basri sendiri yang bermimpi. Dalam mimpinya, beliau melihat sebuah pemandangan yang sangat bertolak belakang: sebuah taman yang indah di dalam surga, dan di sana ada seorang wanita muda bertakhta indah dengan pakaian serba megah.

Wanita muda itu tersenyum dan berkata, "Wahai Imam, apakah engkau mengenaliku? Aku adalah anak perempuan dari ibu yang kemarin mendatangimu."

Imam Hasan Al-Basri terheran-heran. "Bagaimana mungkin? Ibumu bercerita bahwa keadaanmu sangat menyedihkan dan sedang diazab?"

Wanita muda itu kemudian menjelaskan rahasia di balik perubahan drastis tersebut. Dia bercerita bahwa pada suatu hari, ada seorang pemuda anak majelis yang berjalan melintasi pekarangan pemakaman mereka. Sambil berjalan melintas, pemuda itu membaca satu kali selawat kepada Nabi Muhammad SAW dan menghadiahkan pahalanya untuk seluruh penghuni kubur di sana.

Maka saat itu juga, terjadi keajaiban luar biasa di alam barzakh: Berkat satu selawat tersebut, Allah mengangkat sisa azab dan mengampuni dosa seluruh ahli kubur di pemakaman itu.

Dahsyatnya Selawat: Kado Paling Mewah Buat Ahli Kubur

Coba bayangkan dan renungkan kisah di atas sejenak.

Satu kali selawat saja yang dibaca oleh seorang pemuda yang bahkan tidak kenal dengan para penghuni kubur itu bisa menjadi sebab diangkatnya azab dan dilimpahkannya rahmat bagi seluruh isi pemakaman!

Lalu bagaimana dengan puluhan, ratusan, atau ribuan selawat yang kita lantunkan bersama-sama di dalam majelis ilmu? Bagaimana dengan doa khusus yang kita sebutkan nama orang tua kita di dalamnya setiap kali usai salat?

Di alam kubur sana, orang tua dan kerabat kita yang sudah meninggal tidak lagi membutuhkan kado baju merk terkenal, rumah mewah, atau transferan uang rupiah. Kado paling mewah yang mereka nantikan setiap hari adalah doa dan selawat dari anak-anaknya yang masih hidup.

Ustaz Yasin menegaskan, ketika kita hadir di majelis taklim dan berselawat, pahala itu sampai dan terpancar terang di alam barzakh. Orang tua kita yang sudah wafat akan tersenyum bangga dan bahagia di alam sana sambil berkata pada malaikat: "Lihat, itu anakku sedang mendoakan aku di dunia."

Menjaga Diri dari Tren dan Penyimpangan Akhir Zaman

Selain membahas soal alam kubur dan selawat, Ustaz Yasin juga menyelipkan pesan penting tentang menjaga pergaulan anak muda masa kini.

Beliau menyinggung bagaimana fenomena pergaulan bebas, tren pakaian yang melanggar norma, hingga maraknya pengaruh LGBT dan gaya hidup yang melenceng dari syariat semakin gampang ditemui di media sosial maupun di jalanan.

Fenomena lelaki yang menyerupai perempuan atau sebaliknya, bukan cuma isu sosial biasa, melainkan hal yang tegas dilarang dalam ajaran agama. Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang bertingkah seperti wanita dan wanita yang bertingkah seperti laki-laki.

Lalu apa bentengnya?
Jawaban Ustaz Yasin sangat lugas: Hadir di Majelis Taklim dan berkumpul dengan orang-orang saleh.

Duduk di majelis taklim itu fungsinya seperti memakai helm dan safety belt saat berkendara. Majelis melindungi pikiran dan hati kita dari gempuran racun-racun pemikiran luar. Di majelis, keimanan kita selalu diperbarui, pemahaman agama kita diluruskan, dan kita dikelilingi oleh teman-teman yang saling mengingatkan dalam kebaikan.

Penutup: Jangan Tunda Kirim Kado Buat Orang Tua!

Melalui ceramah ini, kita diajak untuk sadar bahwa waktu kita di dunia ini sangat terbatas. Mumpung kita masih dikasih napas dan kesehatan:

  1. Buat yang Orang Tuanya Masih Ada: Bahagiakan mereka! Taati perintahnya yang baik, muliakan mereka, dan jaga nama baik keluarga.
  2. Buat yang Orang Tuanya Sudah Wafat: Jangan biarkan hari-harimu berlalu tanpa mengirimkan Fatihah, doa, dan selawat untuk mereka.
  3. Yuk, Istiqamah Hadir Majelis! Ajak teman, saudara, dan keluarga untuk membiasakan hadir di majelis taklim. Karena di sanalah tempat paling aman buat menjaga iman di akhir zaman.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, membentengi keluarga kita dari fitnah zaman, dan menakdirkan kita semua meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin ya Rabbal 'Aalamiin.

Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *