Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran Islam lebih dalam. Membina silaturahmi terhadap semua elemen umat Islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia Islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan Islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rasulullah SAW sebagai hasil dari aktivitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya Islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Sekarang Udah di Fase Ini? Kalau Nanti Ternyata Bisa, Berarti Allah yang Kasih Jalannya


Ilustrasi jangan menyerah karena Allah sedang menyiapkan jalan

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa semuanya sudah mentok.

Sudah mencoba berbagai cara, sudah berusaha semampunya, sudah berdoa berkali-kali, tetapi keadaan seperti tidak juga berubah. Akhirnya muncul satu kalimat yang sering diam-diam kita ucapkan dalam hati:

“Kayaknya aku memang nggak bisa.”

Padahal, hati-hati dengan kesimpulan seperti itu.

Sebab sesuatu yang belum bisa kita lakukan hari ini bukan berarti selamanya mustahil untuk dilakukan. Bisa jadi kita hanya belum sampai pada waktu yang tepat, belum menemukan jalannya, atau memang Allah sedang menyiapkan jalan yang belum mampu kita lihat sekarang.

Hari Ini Terasa Mustahil, Besok Bisa Jadi Cerita yang Berbeda

Kita sering menilai masa depan menggunakan keadaan hari ini.

Saat kondisi sedang sulit, kita merasa hidup akan terus seperti ini. Ketika usaha belum berhasil, kita menganggap mungkin selamanya akan gagal. Ketika rezeki sedang sempit, kita mulai khawatir bahwa keadaan tidak akan pernah berubah.

Padahal hidup tidak berhenti di satu titik.

Allah bisa membuka jalan dari arah yang tidak pernah kita sangka. Sesuatu yang hari ini terlihat terlalu jauh, suatu saat bisa menjadi kenyataan karena Allah memberikan sebab, kesempatan, kekuatan, dan kemudahan.

Al-Qur'an mengingatkan bahwa Allah dapat melapangkan maupun membatasi rezeki sesuai kehendak-Nya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki.

Jangan Jadikan Keadaan Hari Ini Sebagai Batas Masa Depanmu

Coba lihat kembali perjalanan hidupmu.

Pasti pernah ada sesuatu yang dulu kamu pikir tidak akan sanggup melewatinya. Namun ternyata kamu berhasil sampai di titik ini.

Mungkin dulu kamu takut memulai pekerjaan baru. Takut mencoba usaha. Takut mengambil keputusan. Takut meninggalkan sesuatu yang sudah tidak baik untukmu.

Tetapi setelah dijalani, ternyata kamu mampu.

Itulah mengapa kita tidak seharusnya terlalu cepat mengatakan “aku nggak bisa” hanya karena belum menemukan caranya.

Kalimat yang lebih tepat mungkin adalah:

“Aku belum bisa sekarang, tapi aku akan terus berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.”

Kalau Allah Membukakan Jalan, Hal yang Sulit Bisa Menjadi Mudah

Sering kali kita terlalu fokus mencari jawaban dari mana datangnya pertolongan.

Kita berpikir harus punya uang lebih dulu. Harus punya koneksi. Harus punya kemampuan tertentu. Harus punya kesempatan besar.

Padahal Allah bisa menghadirkan jalan melalui sesuatu yang sederhana.

Satu orang yang kita temui. Satu kesempatan kecil. Satu pekerjaan yang awalnya tidak kita perhitungkan. Satu ide yang tiba-tiba muncul. Bahkan satu kegagalan yang ternyata justru mengarahkan kita menuju sesuatu yang lebih baik.

Karena itu, jangan terlalu sibuk menentukan bagaimana Allah akan menolongmu. Tugas kita adalah terus berusaha menggunakan jalan yang baik, sambil percaya bahwa Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

Bukan Berarti Diam dan Menunggu

Percaya kepada Allah bukan berarti berhenti berusaha.

Justru kita tetap perlu bergerak.

Cari pekerjaan. Belajar kemampuan baru. Perbaiki kesalahan. Bangun hubungan yang baik. Coba lagi ketika gagal. Berdoa ketika merasa lelah. Dan terus mencari jalan yang halal.

Dalam penjelasan tafsir QS. Saba' 34:39, manusia diarahkan untuk meminta rezeki kepada Allah sekaligus mengupayakan sebab-sebab yang diperintahkan.

Jadi, tawakal bukan alasan untuk berhenti berjalan.

Kita berjalan semampunya, sementara hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah.

Mungkin Jalanmu Memang Belum Terlihat

Ada kalanya kita merasa tertinggal ketika melihat orang lain sudah mendapatkan apa yang kita inginkan.

Teman sudah sukses. Orang lain sudah punya rumah. Ada yang usahanya berkembang. Ada yang kariernya naik. Sementara kita masih berada di tempat yang sama.

Jangan buru-buru menganggap hidupmu gagal.

Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Apa yang terlihat sebagai keterlambatan hari ini belum tentu menjadi akhir dari perjalananmu.

Bisa jadi kamu sedang berada di fase persiapan.

Bisa jadi Allah sedang mengajarkan kesabaran. Bisa jadi ada sesuatu yang perlu kamu pelajari terlebih dahulu. Atau mungkin ada jalan yang lebih baik tetapi belum waktunya dibukakan.

Ketika Hati Mulai Bilang “Aku Nggak Bisa”

Kalau suatu hari kamu berada di fase seperti gambar ini, coba berhenti sebentar.

Tarik napas.

Jangan langsung menyerah hanya karena keadaan hari ini belum sesuai harapan.

Ganti kalimat:

“Aku nggak mungkin bisa.”

Menjadi:

“Aku belum tahu bagaimana caranya, tapi aku percaya Allah bisa menunjukkan jalan.”

Perbedaannya memang hanya beberapa kata. Tetapi cara berpikir seperti ini bisa membuat kita tetap memiliki harapan sekaligus mendorong kita untuk terus berusaha.

Kalau Nanti Ternyata Kamu Bisa?

Bayangkan suatu hari nanti kamu berhasil melewati semua yang sekarang sedang kamu takutkan.

Kamu mungkin akan menoleh ke belakang dan berkata:

“Ternyata aku bisa juga.”

Dan saat itulah mungkin kamu sadar bahwa selama ini bukan berarti Allah tidak mendengar doamu. Bisa jadi Allah sedang membawamu melalui proses yang belum kamu pahami.

Karena itu, jangan ukur seluruh masa depan hanya dari satu keadaan yang sedang kamu alami hari ini.

Hari ini boleh sulit. Hari ini boleh sempit. Hari ini boleh penuh air mata. Tetapi jangan biarkan keadaan hari ini membuatmu kehilangan harapan kepada Allah.

Penutup

Kalau sekarang kamu sedang berada di fase yang terasa berat, tidak apa-apa untuk mengakui bahwa kamu lelah.

Tidak apa-apa kalau kamu belum tahu harus mulai dari mana.

Tetapi jangan berhenti percaya bahwa selalu ada kemungkinan Allah membukakan jalan.

Tetap berusaha. Tetap berdoa. Tetap belajar. Tetap berjalan meski pelan.

Karena kita tidak pernah tahu kejutan apa yang Allah siapkan setelah satu fase sulit yang sedang kita jalani.

Sekarang mungkin kamu merasa belum bisa. Tapi kalau nanti ternyata kamu bisa, mungkin saat itu kamu akan sadar: Allah memang sedang menyiapkan jalannya.





Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *