Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran Islam lebih dalam. Membina silaturahmi terhadap semua elemen umat Islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia Islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan Islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rasulullah SAW sebagai hasil dari aktivitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya Islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Jangan Pernah Menyesal Menjadi Orang Baik, Karena Allah Menyukai Orang yang Berbuat Baik


Jangan menyesal menjadi orang baik karena Allah menyukai orang yang berbuat baik

Pernah merasa menyesal karena terlalu baik kepada seseorang?

Sudah membantu ketika mereka kesulitan, sudah berusaha menjaga perasaan, sudah memberikan waktu, perhatian, bahkan mungkin sudah berkali-kali memaafkan. Tapi pada akhirnya, kebaikan itu justru dibalas dengan sikap yang membuat hati terluka.

Sampai akhirnya muncul sebuah pertanyaan dalam hati:

“Kenapa dulu aku terlalu baik kepadanya?”

Kalau kamu pernah berada di posisi itu, mungkin kalimat sederhana ini perlu kamu ingat kembali: jangan pernah menyesal menjadi orang baik.

Sebab, tidak semua kebaikan harus mendapatkan balasan dari manusia. Ada kebaikan yang mungkin tidak dihargai oleh seseorang, tetapi tetap bernilai di hadapan Allah.

Kebaikanmu Tidak Selalu Harus Dipahami Orang Lain

Salah satu hal yang sering membuat kita kecewa adalah berharap orang lain memahami ketulusan kita.

Kita sudah membantu, berharap dihargai. Kita sudah menjaga perasaan, berharap diperlakukan sama. Kita sudah memaafkan, berharap kesalahan kita juga dimaafkan.

Padahal manusia memiliki cara pandang yang berbeda-beda.

Apa yang menurut kita tulus, belum tentu dianggap penting oleh orang lain. Apa yang menurut kita merupakan pengorbanan besar, mungkin saja dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

Dan di situlah kita perlu belajar.

Jangan menjadikan penghargaan manusia sebagai satu-satunya alasan untuk berbuat baik.

Kalau setiap kebaikan harus dibalas dengan kebaikan, kita akan mudah kecewa. Tetapi jika kebaikan dilakukan karena Allah, hati akan memiliki alasan yang jauh lebih kuat untuk tetap ikhlas.

“Allah Menyukai Orang yang Berbuat Baik”

Dalam Al-Qur'an terdapat kalimat yang sangat indah:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Kalimat tersebut terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 195. Ayat tersebut memerintahkan untuk berbuat baik dan menyebut bahwa Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Ini memberikan pengingat yang sederhana tetapi dalam: nilai sebuah kebaikan tidak selalu ditentukan oleh respons manusia.

Mungkin orang yang kamu bantu lupa.

Mungkin orang yang pernah kamu tolong tidak pernah mengucapkan terima kasih.

Mungkin seseorang yang pernah kamu perlakukan dengan baik justru memperlakukanmu dengan buruk.

Tetapi itu tidak otomatis membuat kebaikanmu menjadi sia-sia.

Jangan Berubah Menjadi Jahat Hanya Karena Pernah Disakiti

Pengalaman buruk terkadang membuat seseorang berubah.

Dulu mudah membantu, sekarang menjadi cuek. Dulu mudah percaya, sekarang selalu curiga. Dulu senang berbagi, sekarang takut dimanfaatkan.

Berhati-hati tentu bukan sesuatu yang salah.

Kamu boleh belajar dari pengalaman. Kamu boleh memasang batas. Kamu bahkan berhak mengatakan “tidak” ketika sesuatu sudah melewati batas kemampuanmu.

Tetapi jangan sampai satu atau beberapa orang yang menyakitimu membuatmu percaya bahwa menjadi baik adalah sebuah kesalahan.

Yang perlu diperbaiki mungkin bukan kebaikanmu, tetapi cara kamu memberikan kebaikan.

Baik Bukan Berarti Harus Selalu Mengalah

Ini juga penting.

Menjadi orang baik bukan berarti kamu harus selalu mengiyakan semua permintaan orang lain.

Bukan berarti kamu harus membiarkan dirimu dimanfaatkan.

Bukan berarti kamu harus terus memaafkan seseorang tanpa batas.

Dan bukan berarti kamu tidak boleh menjauh dari orang yang terus-menerus menyakitimu.

Berbuat baik dan memiliki batasan bisa berjalan bersamaan.

Kamu bisa tetap sopan tanpa harus dekat. Kamu bisa memaafkan tanpa harus memberikan kepercayaan seperti sebelumnya. Kamu bisa membantu seseorang tanpa harus mengorbankan seluruh dirimu.

Justru dengan memiliki batas yang sehat, kebaikanmu tidak berubah menjadi sesuatu yang membuatmu terus-menerus terluka.

Kalau Kebaikanmu Tidak Dibalas, Lalu Apa yang Kamu Dapat?

Mungkin secara manusiawi kamu merasa tidak mendapatkan apa-apa.

Tidak ada ucapan terima kasih. Tidak ada penghargaan. Tidak ada balasan yang setara.

Tapi coba ubah cara melihatnya.

Kamu mendapatkan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang benar.

Kamu mendapatkan pengalaman untuk belajar tentang manusia.

Kamu belajar bahwa tidak semua orang memiliki hati dan cara berpikir yang sama.

Dan yang paling penting, kamu belajar bahwa kebaikan tidak harus selalu menjadi transaksi.

Aku berbuat baik kepadamu bukan karena aku sudah menghitung apa yang akan aku dapatkan darimu.

Aku berbuat baik karena aku memilih untuk menjadi orang yang baik.

Jangan Menyesal Pernah Menolong Orang

Kalau suatu hari seseorang yang pernah kamu bantu berubah menjadi orang yang mengecewakanmu, jangan langsung mengatakan:

“Seandainya dulu aku tidak menolongnya.”

Mungkin yang perlu kamu katakan adalah:

“Aku sudah melakukan bagian yang menurutku baik. Sisanya, biarkan menjadi urusan Allah.”

Karena kamu tidak bisa mengendalikan bagaimana seseorang memperlakukanmu setelah menerima kebaikanmu.

Kamu hanya bisa mengendalikan niat dan tindakanmu sendiri.

Tidak Semua Orang Akan Menghargai Hatimu

Ini kenyataan yang terkadang pahit.

Akan ada orang yang menganggap perhatianmu biasa saja. Akan ada orang yang mengingat kesalahan kecilmu tetapi melupakan banyak kebaikanmu.

Akan ada pula orang yang baru menyadari nilai seseorang setelah orang tersebut pergi.

Jangan habiskan hidupmu untuk memaksa semua orang memahami ketulusanmu.

Orang yang tidak menghargai kebaikanmu bukan berarti kebaikan itu tidak memiliki nilai.

Bisa jadi kamu hanya memberikannya kepada orang yang salah.

Tetap Baik, Tapi Jangan Kehilangan Dirimu

Menjadi baik tidak harus membuatmu kehilangan diri sendiri.

Kamu tetap boleh berkata tidak.

Kamu tetap boleh menjaga jarak.

Kamu tetap boleh memilih lingkungan yang sehat.

Kamu tetap boleh berhenti mengejar orang yang tidak pernah menghargai keberadaanmu.

Yang penting, jangan biarkan rasa kecewa mengubah hatimu menjadi keras kepada semua orang.

Belajar dari pengalaman, bukan menjadi pahit karena pengalaman.

Berbuat Baik Tidak Harus Menunggu Dipuji

Kebaikan yang paling menenangkan adalah ketika kita tidak terlalu sibuk menghitung siapa yang melihatnya.

Tidak semua kebaikan perlu dipublikasikan.

Tidak semua pertolongan membutuhkan ucapan terima kasih.

Tidak semua pengorbanan harus diketahui orang lain.

Jika niatmu baik, lakukan dengan sebaik mungkin. Jika tidak dihargai, jangan langsung menganggap semuanya sia-sia.

Allah sendiri menyatakan bahwa Dia menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Jadi, Masih Mau Menyesal Karena Pernah Menjadi Orang Baik?

Mungkin setelah membaca ini kamu teringat seseorang.

Seseorang yang pernah kamu bantu.

Seseorang yang pernah kamu bela.

Seseorang yang pernah kamu prioritaskan.

Atau seseorang yang pernah kamu perlakukan dengan sangat baik, tetapi akhirnya justru membuatmu kecewa.

Tidak apa-apa.

Ambil pelajarannya, tetapi jangan membenci versi dirimu yang dulu.

Dia hanya sedang berusaha melakukan sesuatu yang menurutnya benar.

Jangan menyesal pernah menjadi orang baik. Yang perlu kamu lakukan adalah belajar menjadi baik dengan lebih bijaksana.

Karena menjadi baik bukan berarti membiarkan orang lain menyakitimu berkali-kali. Menjadi baik berarti tetap menjaga akhlak, bahkan ketika pengalaman mengajarkanmu untuk menjadi sebaliknya.

Kesimpulan

Manusia mungkin tidak selalu menghargai kebaikanmu. Bahkan terkadang, orang yang paling banyak kamu bantu justru bisa menjadi orang yang paling mengecewakanmu.

Tetapi jangan biarkan hal itu membuatmu menyesal karena pernah berbuat baik.

Belajarlah memasang batas tanpa kehilangan kelembutan. Belajarlah berkata tidak tanpa menjadi kasar. Belajarlah menjauh tanpa menyimpan kebencian.

Dan ketika kebaikanmu tidak mendapatkan balasan dari manusia, ingat bahwa kebaikan tetap memiliki nilai di sisi Allah.

Seperti pengingat dalam QS. Al-Baqarah ayat 195:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Jadi, jangan pernah menyesal menjadi terlalu baik. Perbaiki caramu, jaga batasmu, luruskan niatmu, dan teruslah menjadi pribadi yang baik tanpa harus kehilangan dirimu sendiri.





Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *