Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

SEEKOR KAMBING YG MEMBUAT WALI QUTUB MENANGIS



SEEKOR KAMBING YG MEMBUAT WALI QUTUB MENANGIS *Menangisnya wali qutub Al-Habib Abdullah Bin Muhsin al-Atthas karena Seekor Kambing* Al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas memiliki seekor kambing yang sehat dan gemuk, kambing itu beliau rawat sedari kecil. Ia memberi makan, menyayangi dan merawatnya dengan baik, hingga kambing itu menjadi besar, gemuk dan sehat. Pada suatu hari ada serombongan tamu dari hadhramaut yang bersilaturrahmi kepadanya. Kemudian Al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas memerintahkan salah seorang muridnya untuk menyembelih kambing kesayangannya tersebut guna dihidangkan pada para tamunya Sang murid pun segera melaksanakan titah dan perintah gurunya itu, beberapa saat kemudian, si murid tadi datang dengan wajah yang sedih kepada Al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas sambil berkata “ wahai Habib Abdullah saya tadi salah ketika menyembelih kambing tersebut. Nadinya tidak sampai terputus , sehingga kambing itu sekarang menjadi bangkai dan tak bisa dimakan“ kemudian menangislah Al-Habib Abdullah sekeras-kerasnya. Para tamu dan jama’ah yang ada ditempat tersebut menjadi bingung. Hingga kemudian ada salah seorang tamu berkata : “ wahai Habib sudahlah, jangan kau pikirkan kambingmu itu, nanti aku akan menggantikannya dengan kambing yang lebih dari kambingmu tadi.” “Demi Allah aku menangis bukanlah harta kambing itu, namun aku berfikir, kambing mulai dari kecil aku rawat, aku sayangi, aku beri makan dan sebagainya, hingga menjadi gemuk dan besar. Namun diujung kehidupannya, ketika ia akan di manfaatkan, justru tidak bisa di manfaatkan. Ia hanya menjadi bangkai. Lalu bagaimana dengan kita ! dari kecil kita belajar ,beribadah, apakah kita tidak khawatir, bahwa nasib kita akan seperti kambing tersebut ? Mati dalam keadaan su’ul khotimah ? Naudzu billah. Aku menangis karena aku khawatir kehidupan kita seperti kambing tersebut. “ jawab Al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas. Seketika , para murid dan tamu Al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas menangis pula setelah mendengar penjelasan dan renungan dari beliau tersebut.
Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *