Menunaikan ibadah haji adalah impian besar bagi setiap umat Islam. Sebagai rukun Islam kelima, haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu baik secara fisik, mental, maupun finansial.
Ibadah ini berupa ziarah ke Baitullah (Ka'bah) di Makkah untuk melaksanakan serangkaian ritual suci selama bulan Dzulhijjah, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, hingga tawaf dan sa'i.
Sebagai salah satu bentuk kewajiban, tidak heran jika jutaan umat Islam di Indonesia berlomba-lomba mendaftarkan diri agar mendapat kesempatan berangkat, meskipun biaya yang harus disiapkan tidaklah sedikit.
Tahun demi tahun, ongkos haji terus mengalami kenaikan. Beberapa faktor utama penyebabnya adalah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS dan riyal Saudi, serta kenaikan biaya layanan di Tanah Suci.
Melalui Keppres Nomor 34 Tahun 2025, pemerintah telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk tahun 2026. Besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang ditanggung langsung oleh jemaah haji reguler berbeda-beda tergantung embarkasi, dengan kisaran mulai dari Rp45 juta hingga Rp60 juta per jemaah.
Untuk embarkasi Solo sendiri, Bipih ditetapkan sebesar Rp53,2 juta. Angka tersebut tentu bukan jumlah yang kecil bagi sebagian besar calon jemaah. Maka, menabung secara konsisten menjadi langkah paling realistis dan bijak agar impian berangkat ke Tanah Suci dapat terwujud.
Bagi Anda yang ingin mulai mempersiapkan dana haji dari sekarang, simak panduan lengkapnya berikut ini.
Mengapa Menabung untuk Haji Perlu Dimulai Sejak Dini?
Berbeda dengan umroh yang bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, ibadah haji memiliki waktu pelaksanaan yang sangat terbatas, yaitu pada bulan Syawal, Zulkaidah, hingga tanggal 10 Dzulhijjah.
Keterbatasan waktu ini membuat kuota jemaah yang bisa diberangkatkan setiap tahun pun terbatas, sehingga pemerintah memberlakukan sistem antrian (daftar tunggu). Mulai tahun 2026, Kementerian Haji dan Umrah menerapkan kebijakan baru yang menyeragamkan masa tunggu haji reguler di seluruh provinsi menjadi sekitar 26 tahun.
Kebijakan ini bertujuan menghapus ketimpangan antar-daerah yang sebelumnya sangat mencolok. Ada provinsi dengan masa tunggu hanya belasan tahun, sementara yang lain harus menunggu hingga 47 tahun.
Artinya, jika Anda mendaftar haji reguler di tahun 2026, perkiraan keberangkatan baru akan terjadi sekitar tahun 2052. Namun, bagi Anda yang menginginkan waktu tunggu lebih singkat, tersedia opsi Haji Khusus (Haji Plus) dengan estimasi keberangkatan sekitar 4–9 tahun.
Paket ini menawarkan fasilitas premium seperti hotel bintang 4–5 dekat Masjidil Haram, transportasi eksklusif, dan bimbingan ibadah yang lebih intensif. Tentu saja, biayanya jauh lebih tinggi dibandingkan haji reguler.
Meski demikian, sebagaimana pesan Rasulullah SAW, janganlah memaksakan diri dalam beribadah haji jika belum mampu.
Bagi Anda yang memilih jalur haji reguler, menabung secara bertahap dan konsisten adalah strategi terbaik. Terlebih dengan tren biaya haji yang terus naik dari tahun ke tahun, semakin cepat Anda memulai, semakin ringan beban finansial yang harus ditanggung.
Cara Menabung untuk Haji secara Konsisten
1. Tentukan Target dan Jangka Waktu
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum menabung adalah menentukan jenis paket haji yang akan dipilih. Keputusan ini sangat mempengaruhi besaran dana yang perlu dikumpulkan dan durasi menabung Anda.
Jika Anda memilih haji reguler, biaya yang dikeluarkan memang lebih terjangkau (Bipih rata-rata sekitar Rp54,1 juta untuk tahun 2026), namun masa tunggu keberangkatannya sangat panjang hingga 26 tahun.
Sisi positifnya, Anda memiliki waktu yang cukup panjang untuk mengumpulkan dana secara perlahan. Sebaliknya, jika memilih Haji Khusus, dana yang harus disiapkan jauh lebih besar.
Mulai dari $11.000 hingga $17.500 tergantung paket yang dipilih namun keberangkatan bisa tercapai dalam 5–9 tahun. Artinya, Anda perlu menyisihkan uang dalam jumlah lebih besar setiap bulannya.
Dengan menetapkan target yang jelas di awal, Anda bisa memproyeksikan berapa besar uang yang perlu disisihkan setiap bulan dan membuat rencana keuangan yang realistis.
2. Buka Rekening Tabungan Khusus Haji
Agar proses menabung lebih terarah dan tidak terganggu oleh kebutuhan sehari-hari, sangat disarankan untuk membuka rekening tabungan haji yang terpisah dari rekening utama Anda.
Saat ini, hampir semua bank besar di Indonesia baik konvensional maupun syariah menyediakan produk tabungan haji dengan berbagai keunggulan, seperti setoran awal yang ringan, bebas biaya administrasi bulanan, dan bagi hasil yang kompetitif (untuk bank syariah).
Rekening tabungan haji juga menjadi syarat utama saat Anda mendaftar porsi haji melalui Kementerian Haji dan Umrah. Jadi selain sebagai sarana menabung, membuka rekening ini sekaligus menjadi langkah awal pendaftaran haji Anda.
3. Sisihkan Penghasilan secara Rutin
Kunci utama konsistensi dalam menabung haji adalah dengan menjadikannya sebagai prioritas keuangan, bukan sekadar menyimpan sisa gaji di akhir bulan. Idealnya, Anda menyisihkan sejumlah uang di awal bulan langsung setelah menerima gaji sebelum menggunakannya untuk keperluan lain.
Mulailah dari nominal yang sesuai kemampuan, misalnya Rp500 ribu atau Rp1 juta per bulan. Jika penghasilan meningkat, tambahkan jumlah setoran secara bertahap. Anda juga bisa memanfaatkan fitur autodebet dari bank agar transfer ke rekening tabungan haji berjalan otomatis setiap bulan.
4. Hindari Pengeluaran yang Tidak Perlu
Menabung untuk haji memerlukan kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Evaluasi kembali pola pengeluaran Anda dan identifikasi pos-pos yang bisa dipangkas. Misalnya, mengurangi frekuensi makan di luar, membatasi belanja impulsif, atau menunda pembelian barang-barang yang bukan kebutuhan primer.
Setiap rupiah yang berhasil Anda hemat dari pengeluaran tidak perlu bisa dialihkan langsung ke tabungan haji. Ingatlah bahwa tujuan mulia ini membutuhkan pengorbanan kecil di keseharian agar impian besar ke Baitullah bisa tercapai.
5. Cari Penghasilan Tambahan
Jika gaji bulanan dirasa belum cukup untuk menabung haji secara optimal, pertimbangkan untuk mencari sumber penghasilan tambahan.
Di era digital seperti sekarang, peluangnya sangat terbuka lebar mulai dari berjualan online, menjadi freelancer, membuka jasa sesuai keahlian, hingga memanfaatkan aset yang dimiliki seperti menyewakan kendaraan atau properti.
Pendapatan tambahan ini bisa sepenuhnya dialokasikan untuk tabungan haji, sehingga target Anda tercapai lebih cepat tanpa mengorbankan kebutuhan pokok keluarga.
Tips Agar Tabungan Haji Tetap Konsisten
Menjaga konsistensi menabung selama bertahun-tahun memang bukan perkara mudah. Kita perlu niat menabung haji sebagai ibadah, bukan sekadar menabung untuk perjalanan.
Ketika niat sudah lurus karena Allah, Anda akan lebih termotivasi dan tidak mudah tergoda untuk mengalihkan dana tabungan ke keperluan lain. Setiap rupiah yang disisihkan adalah bagian dari ikhtiar untuk memenuhi panggilan-Nya.
Dalam proses menabung, jika suami-istri memiliki tujuan yang sama untuk berangkat haji bersama, semangat menabung akan berlipat ganda. Anda bisa membuat komitmen bersama, saling mengingatkan, dan bahkan berdiskusi tentang rencana keuangan secara terbuka.
Setidaknya setiap 3–6 bulan, cek progress tabungan Anda dan sesuaikan strategi jika diperlukan. Jika ada rezeki lebih seperti bonus tahunan atau THR, manfaatkan momen tersebut untuk menambah setoran tabungan haji.
Madinah Iman Wisata Solo — Agen Travel Haji yang Menyediakan Program Tabungan Haji
Bagi Anda yang berdomisili di Solo dan sekitarnya, Madinah Iman Wisata (MIW) Solo hadir sebagai solusi lengkap untuk mewujudkan impian berangkat haji.
Dengan pengalaman lebih dari 24 tahun melayani jemaah sejak tahun 2000 dan telah memberangkatkan lebih dari 100.000 jemaah, MIW Solo adalah mitra terpercaya untuk perjalanan suci Anda.
Salah satu keunggulan MIW Solo adalah tersedianya program tabungan haji yang dirancang untuk meringankan beban finansial calon jemaah. Melalui program ini, Anda bisa mulai menabung dengan cicilan ringan mulai dari $200 per bulan dan langsung mendapatkan porsi haji resmi dari Kemenag sejak awal pendaftaran.
Tersedia dua pilihan paket tabungan yaitu Paket Tabungan Silver dengan fasilitas hotel bintang 4, total biaya $13.500 yang bisa dicicil $200/bulan selama 62 bulan. Sedangkan bagi yang menginginkan fasilitas lebih premium, tersedia Paket Tabungan Platinum VIP dengan hotel bintang 5, total biaya $17.500 yang dicicil $200/bulan selama 82 bulan.
Dengan sistem tabungan ini, Anda tidak perlu menunggu hingga memiliki uang dalam jumlah besar untuk mendaftar haji. Porsi haji Anda diamankan sejak awal, sementara pelunasan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan.
Selain itu, MIW Solo juga menyediakan bimbingan muthowif profesional, akomodasi premium dekat Masjidil Haram, pendampingan dokter ahli, serta layanan lengkap dari manasik hingga kepulangan.
Jangan tunda panggilan-Nya. Mulailah menabung dari sekarang dan wujudkan impian haji Anda bersama Madinah Iman Wisata Solo. Kunjungi website MIW Travel Solo sekarang juga!
Konsultasikan kebutuhan haji Anda melalui WhatsApp di 0822 6427 9285 atau kunjungi kantor MIW Solo di Jl. Pajajaran Timur II No. 29, Sumber, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah 57138.


