Gengs, jujur deh, siapa di sini yang merasa dosanya sudah setinggi gunung? Sering merasa "nggak pantas" masuk masjid karena semalam baru aja melakukan hal yang nggak bener? Kalau kamu merasa begitu, tausiyah Ustaz Yasin di Majelis NM kemarin benar-benar jadi angin segar yang bikin kita nggak boleh putus asa dari rahmat Allah.
Ustaz Yasin cerita tentang pengalamannya sendiri di daerah Ciputat. Ada seorang laki-laki, usianya sekitar 40-an, datang ke beliau sambil nangis-nangis. Dia ngaku sebagai ahli maksiat kelas berat. Minuman keras? Sudah jadi "minumannya". Shalat? Belum bisa. Baca Quran? Apalagi. Dia tanya, "Ustaz, ada nggak satu amalan yang bisa merontokkan dosa saya dan bikin hati saya bersih?"
Power of Sholawat Jibril
Tahu nggak Ustaz Yasin kasih saran apa? Beliau nggak langsung suruh orang itu baca kitab kuning atau puasa 40 hari. Beliau cuma bilang: "Baca sholawat, Bang. Apa aja yang Abang bisa." Dan orang itu mulai rutin baca Shallallahu 'ala Muhammad.
Beberapa minggu kemudian, kabar mengejutkan datang. Laki-laki itu meninggal dunia. Tapi meninggalnya bikin iri semua orang! Dia wafat saat sujud terakhir di shalat Subuh. Bayangkan, dari seorang "preman" yang nggak bisa shalat, Allah gerakkan hatinya sampai dia wafat di posisi paling mulia. Inilah kekuatan selawat yang tulus. Sholawat itu bisa merubah "ending" hidup seseorang dari yang suram jadi Glow Up di mata Allah (Husnul Khatimah).
Pesan Buat Kita yang Masih "Jamet"
Ustaz Yasin juga sempat menyentil gaya anak muda zaman sekarang. Beliau bilang, jangan sampai handphone jadi "tuhan" baru kita. WhatsApp jadi nabi kita, TikTok jadi kitab suci kita. Boleh main medsos, tapi jangan sampai lupa shalat dan nutup aurat.
Beliau cerita soal makam putri Kiai Uyat yang jasadnya tetap utuh dan rambutnya masih ada meski sudah dikubur dua tahun. Rahasianya? Karena sang putri rajin hadir majelis ilmu, menjaga aurat, dan menghafal Quran. Ini bukti nyata kalau kita menjaga aturan Allah, Allah bakal menjaga fisik kita bahkan setelah kita di dalam tanah.
Kesimpulan:
Jangan nunggu suci dulu baru mau baca selawat. Justru karena kita kotor, kita butuh sholawat buat "nyuci" diri. Mulai hari ini, sisipkan minimal 11 kali selawat setiap habis shalat. Siap, kan? Yuk, kita berubah bareng-bareng!
