Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran islam lebih dalam. Membina silahtuhrrahim terhadap semua elemen umat islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rosulullah SAW sebagai hasil dari aktifitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Sering Diabaikan! Ternyata Begini Adab Masuk Masjid Jami Al-Inabah Saat Mengikuti Majelis Akbar


Pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi di balik layar sebuah acara keagamaan besar yang dihadiri oleh ribuan jamaah? Di saat kita bisa duduk dengan nyaman di dalam masjid yang sejuk, mendengarkan lantunan salawat yang merdu, dan menikmati suasana spiritual yang khusyuk, ada sekelompok orang yang telah menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran mereka berhari-hari sebelumnya demi memastikan semua kenyamanan itu terwujud. Mereka adalah para pengurus masjid dan panitia lokal. Menjadi tuan rumah bagi sebuah majelis akbar adalah sebuah kehormatan besar, sekaligus sebuah ujian adab yang nyata.

​Hal inilah yang tercermin dengan sangat indah lewat sambutan hangat yang disampaikan oleh Ustaz K.H. Muhammad Iqbal, L.C., selaku perwakilan dari jajaran pengurus Yayasan dan DKM Masjid Jami Al-Inabah, Pancoran, Jakarta Selatan. Dalam acara Pancoran Bersholawat bersama Majelis Nurul Mustofa, Ustaz Iqbal menyampaikan sebuah pesan yang, meskipun dikemas dalam bentuk sambutan singkat karena keterbatasan waktu malam yang kian larut, sesungguhnya menyimpan kedalaman makna tentang konsep Ikramul Duyuf seni memuliakan tamu dalam tradisi Islam.

​Dengan gaya bahasa yang sangat santun, berwibawa, namun tetap membumi, Ustaz Iqbal membuka pintu Masjid Jami Al-Inabah lebar-lebar untuk menyambut para keturunan Baginda Nabi (para Habaib), ulama, dan seluruh jamaah yang datang dari berbagai penjuru kota. Beliau menekankan sebuah kalimat yang menjadi esensi dari fungsi masjid yang sesungguhnya:

​Pesan Utama Ustaz K.H. Muhammad Iqbal, L.C.:

"Masjid Jami Al-Inabah mendapatkan kehormatan besar malam ini untuk menerima Majelis Nurul Mustofa. Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran para guru dan jamaah sekalian. Mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya apabila dalam penyambutan, fasilitas, maupun penempatan yang kami sediakan terdapat kekurangan yang tidak berkenan di hati."

​Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi seremonial. Bagi seorang yang memahami esensi agama, kalimat tersebut adalah cerminan dari kerendahan hati yang mendalam. Ustaz Iqbal mengajarkan kepada kita sebuah prinsip penting: ketika kita berkhidmat untuk agama Allah dan melayani para pencari ilmu, kita tidak boleh merasa telah berjasa. Sebaliknya, kita harus merasa bersyukur karena telah dipilih oleh Allah untuk menjadi pelayan bagi tamu-tamu-Nya.

​Mari kita bedah lebih dalam mengapa sikap memuliakan tamu dan menjaga adab di dalam masjid ini menjadi sangat krusial bagi kehidupan sosial kita saat ini. Di era modern, manusia cenderung menjadi makhluk yang individualis dan egois. Kita terbiasa menuntut kenyamanan maksimal untuk diri sendiri tanpa mau peduli dengan kenyamanan orang lain. Namun, ketika kita melangkah masuk ke dalam sebuah majelis ilmu di masjid, seluruh sekat-sekat egoisme itu dipaksa untuk runtuh.

​Di dalam masjid, tidak ada nomor kursi VIP berdasarkan status sosial atau ketebalan dompet. Siapa yang datang lebih awal, dia berhak duduk di barisan depan. Ustaz Iqbal secara tidak langsung mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga ketertiban dan toleransi sesama jamaah. Ketika ruang utama masjid mulai penuh, mereka yang sudah duduk diimbau untuk merapatkan barisannya, membagi sedikit ruang bagi saudara seimannya yang baru datang, tanpa harus membuat mereka melompati pundak jemaah lain. Ini adalah sebuah latihan visual tentang bagaimana umat Islam seharusnya berfungsi di dunia nyata: saling mendukung, saling berbagi ruang, dan saling menjaga kenyamanan bersama.

​Lebih dari sekadar tempat untuk menegakkan salat lima waktu, masjid dalam pandangan Ustaz Iqbal adalah sebuah ruang ekosistem spiritual yang hidup. Ketika sebuah masjid bersedia membuka diri menjadi tuan rumah bagi majelis salawat dan ilmu seperti Nurul Mustofa, masjid tersebut sedang menjalankan fungsinya sebagai pusat pembersihan jiwa masyarakat sekitar. Ribuan pasang kaki yang melangkah masuk ke Masjid Jami Al-Inabah malam itu membawa serta sejuta doa, harapan, dan barangkali tumpukan beban hidup. Tugas dari pengurus masjid adalah memastikan bahwa ketika jamaah pulang, mereka membawa pulang hati yang lebih ringan dan jiwa yang lebih bersih.

​Sikap persuasif yang ditunjukkan oleh Ustaz Iqbal mengajarkan kepada kita semua baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat tentang pentingnya memberikan apresiasi. Kita sering kali cepat memprotes jika ada fasilitas umum atau fasilitas masjid yang kurang sempurna, namun kita lupa berterima kasih atas dedikasi tanpa pamrih dari orang-orang yang merawatnya. Masjid yang makmur bukan hanya dilihat dari kemegahan kubah atau keindahan kaligrafinya, melainkan dari seberapa hidup ukhuwah dan kehangatan manusiawi yang tercipta di dalamnya.

​Melalui artikel ini, mari kita jadikan momentum sambutan Ustaz K.H. Muhammad Iqbal sebagai sebuah pemantik kesadaran baru. Setiap kali kita mengunjungi rumah Allah mana pun, mari kita datang dengan membawa adab terbaik kita. Hormatilah para pengurusnya yang telah bekerja keras secara sukarela, jagalah kebersihan fasilitasnya seolah itu adalah rumah kita sendiri, dan bentangkanlah rasa toleransi yang tinggi kepada sesama jamaah. Dengan menjaga adab di rumah Allah, kita tidak hanya sedang memuliakan tempat suci tersebut, tetapi kita juga sedang mengundang rahmat dan rida Allah untuk turun ke dalam kehidupan pribadi kita. Terima kasih, Masjid Jami Al-Inabah, atas ketulusan hati yang meng inspirasi kami semua!

Baca juga :




Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *