Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran Islam lebih dalam. Membina silaturahmi terhadap semua elemen umat Islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia Islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan Islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rasulullah SAW sebagai hasil dari aktivitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya Islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Tidak Perlu Berubah Agar Disukai Semua Orang, Jadilah Baik Tanpa Kehilangan Diri


Ilustrasi pesan untuk tidak mengubah diri agar disukai semua orang

Ada satu hal yang kadang membuat kita lelah tanpa sadar: terlalu sibuk berusaha menjadi seseorang yang disukai semua orang.

Kita mengubah cara bicara karena takut dianggap aneh. Mengubah sikap karena khawatir tidak diterima. Bahkan terkadang memaksakan diri mengikuti keinginan orang lain, hanya supaya tidak ditinggalkan.

Padahal, kita tidak mungkin menjadi versi diri yang cocok untuk semua orang.

Kalimat dalam ilustrasi sederhana ini terasa cukup dalam: “Tidak ada yang perlu diubah. Kamu sempurna bagi yang suka.”

Bukan berarti kita tidak boleh berubah. Justru dalam kehidupan, seorang Muslim dianjurkan untuk terus memperbaiki diri. Tetapi ada perbedaan besar antara berubah menjadi lebih baik dan berubah hanya agar disukai manusia.

Tidak Semua Orang Harus Menyukaimu

Salah satu hal yang perlu kita terima dalam hidup adalah kenyataan bahwa penilaian manusia tidak pernah seragam.

Ada orang yang menyukai cara kita berbicara. Ada yang merasa kita terlalu pendiam. Ada yang menganggap kita terlalu banyak bicara. Ada yang senang ketika kita membantu, tetapi mungkin ada juga yang tetap mencari kekurangan meskipun kita sudah berusaha berbuat baik.

Kalau setiap penilaian harus kita ikuti, kita akan terus berubah tanpa pernah benar-benar tahu siapa diri kita sendiri.

Karena itu, tidak semua komentar harus menjadi alasan untuk mengubah diri. Dengarkan nasihat yang baik, ambil pelajarannya, lalu tetap gunakan pertimbangan yang sehat.

Berubah Itu Baik, Kalau Tujuannya Memperbaiki Diri

Kalimat “jadilah dirimu sendiri” juga tidak boleh dipahami sebagai alasan untuk mempertahankan semua kebiasaan.

Kalau ada sikap yang menyakiti orang lain, tentu perlu diperbaiki. Kalau ucapan sering membuat orang tersinggung, kita perlu belajar menjaga lisan. Kalau ada kebiasaan buruk, tentu lebih baik ditinggalkan.

Inilah bedanya.

Kita tidak perlu berubah agar semua orang menyukai kita, tetapi kita tetap perlu berubah ketika perubahan itu membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam proses memperbaiki diri, lingkungan yang baik juga punya peran penting. Karena itu, berada di lingkungan yang mengingatkan kepada kebaikan bisa menjadi salah satu cara menjaga hati dan sikap. Hal ini sejalan dengan semangat Pemuda Majlis Nurul Musthofa dalam membangun lingkungan yang mengajak pemuda dan pemudi untuk lebih mengenal ajaran Islam.

Jangan Kehilangan Diri Karena Pendapat Orang

Ada masa ketika kita terlalu memikirkan apa kata orang sampai lupa bertanya kepada diri sendiri: “Apakah yang aku lakukan ini memang baik?”

Setiap keputusan akhirnya dibuat berdasarkan komentar manusia.

Padahal, hidup akan terasa jauh lebih ringan ketika kita belajar memilah mana kritik yang membangun dan mana penilaian yang memang tidak perlu dibawa ke hati.

Kalau seseorang menegur karena kita melakukan kesalahan, jangan buru-buru tersinggung. Bisa jadi ada sesuatu yang memang perlu kita perbaiki.

Sebaliknya, kalau seseorang tidak menyukai kita hanya karena kita tidak memenuhi keinginannya, tidak selalu berarti kita harus berubah.

Menjadi Baik Tidak Harus Membuat Semua Orang Senang

Kebaikan juga tidak selalu berarti membuat semua orang senang.

Kadang kita perlu berkata tidak. Kadang kita harus menjaga batas. Kadang kita memilih diam daripada ikut dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat.

Mungkin keputusan seperti itu tidak membuat semua orang puas. Namun, hidup bukan tentang memenangkan penilaian dari setiap orang yang kita temui.

Yang lebih penting adalah menjaga niat, memperbaiki akhlak, dan berusaha agar langkah yang kita ambil tidak menjauhkan kita dari kebaikan.

Kalau Ada yang Tidak Suka, Tidak Selalu Berarti Kamu Salah

Ini mungkin bagian yang paling sulit diterima.

Kita sering mengira bahwa ketika seseorang tidak menyukai kita, berarti pasti ada yang salah dengan diri kita. Padahal belum tentu.

Manusia mempunyai karakter, pengalaman, selera, dan cara pandang yang berbeda. Sesuatu yang dianggap baik oleh seseorang belum tentu dipandang sama oleh orang lain.

Karena itu, jangan jadikan ketidaksukaan seseorang sebagai ukuran mutlak tentang harga dirimu.

Evaluasi diri tetap penting. Tetapi evaluasi tidak sama dengan menyalahkan diri sendiri untuk setiap hal.

Tetap Rendah Hati Saat Diterima dan Tetap Tenang Saat Ditolak

Ketika banyak orang menyukai kita, jangan sampai kita merasa paling benar.

Ketika ada yang tidak menyukai kita, jangan pula langsung merasa tidak berharga.

Keduanya sama-sama membutuhkan keseimbangan.

Kita boleh menerima apresiasi, tetapi tetap rendah hati. Kita boleh menerima kritik, tetapi tidak harus kehilangan keyakinan terhadap diri sendiri selama kita sudah berusaha memperbaiki kesalahan.

Dan ketika hati sedang kecewa karena merasa tidak diterima, mungkin sudah waktunya kita mengingat kembali bahwa manusia memang tidak akan pernah bisa memenuhi harapan semua orang.

Perbaiki Akhlak, Bukan Sekadar Citra

Ada perbedaan antara memperbaiki akhlak dan memperbaiki citra.

Memperbaiki citra membuat kita sibuk memikirkan bagaimana orang melihat kita. Sedangkan memperbaiki akhlak membuat kita lebih fokus pada bagaimana seharusnya kita bersikap.

Yang pertama sangat bergantung pada penilaian manusia. Yang kedua lebih dekat dengan perjalanan memperbaiki diri.

Jadi, kalau memang ada kekurangan dalam diri, jangan takut untuk berubah. Tetapi ubahlah karena ingin menjadi lebih baik, bukan semata-mata karena takut kehilangan seseorang.

Kalau ingin belajar lebih banyak tentang perjalanan dan semangat komunitas pemuda dalam lingkungan Majlis Nurul Musthofa, kamu juga bisa mengenal sejarah Majlis Nurul Musthofa dan bagaimana majelis ini berkembang sebagai ruang dakwah dan pembelajaran agama.

Tidak Harus Sempurna di Mata Semua Orang

Pada akhirnya, mungkin kita memang tidak membutuhkan penerimaan dari semua orang.

Kita hanya perlu terus belajar menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari.

Kalau ada kekurangan, perbaiki. Kalau ada kesalahan, minta maaf. Kalau ada nasihat yang benar, terima. Kalau ada kebiasaan buruk, tinggalkan.

Tetapi jangan mengubah seluruh kepribadian hanya karena takut seseorang pergi.

Sebab orang yang tepat tidak akan menuntut kita menjadi manusia yang sepenuhnya berbeda. Ia mungkin mengingatkan ketika kita salah, tetapi tetap menghargai proses kita untuk tumbuh.

Tidak semua orang harus menyukaimu. Tidak semua orang harus memahami perjalananmu. Yang penting, jangan berhenti memperbaiki diri dan jangan kehilangan arah hanya demi mendapatkan penerimaan manusia.

Jadilah baik. Tetap rendah hati. Terima nasihat. Perbaiki kekurangan. Dan ketika ada yang memilih tidak menyukai kita, belajarlah untuk tetap tenang.

Karena hidup bukan tentang menjadi sempurna bagi semua orang, tetapi tentang terus berjalan menjadi pribadi yang lebih baik.





Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *