Membangun pemuda / pemudi untuk mengenal ajaran Islam lebih dalam. Membina silaturahmi terhadap semua elemen umat Islam. Membangun sikap positif dan membuka wawasan umat tentang sistem dakwah dalam dunia Islam. Memahami arti pentingnya fungsi lingkungan Islami dalam membentuk pribadi umat masa depan. Menggapai ridho Allah dan syafa’at Rasulullah SAW sebagai hasil dari aktivitas kebaikan yang terus menerus sedang kita lakukan. Menjaga budaya Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjaga budaya Islam yang diajarkan oleh orang tua kita terdahulu.

Jangan Takut Memulai Lagi, Bisa Jadi Ini Jalan Baru yang Membawa Berkah


Jangan takut memulai lagi dan menemukan jalan baru yang lebih baik

Ada masa ketika kita merasa sudah berjalan cukup jauh, tetapi ternyata harus kembali ke titik awal.

Rencana yang sudah disusun gagal. Pekerjaan yang diharapkan tidak berjalan sesuai keinginan. Hubungan yang pernah diperjuangkan akhirnya harus dilepaskan. Atau mungkin kita sendiri sadar bahwa jalan yang selama ini ditempuh ternyata bukan jalan yang tepat.

Di titik seperti itu, memulai lagi memang tidak mudah.

Ada rasa malu. Ada takut mengulang kegagalan. Ada juga pikiran, “Bukankah seharusnya aku sudah jauh lebih maju?”

Namun, jangan terlalu cepat menganggap kembali memulai sebagai sebuah kemunduran.

Bisa jadi, jalan yang baru justru membawa kita kepada sesuatu yang selama ini tidak kita temukan di jalan sebelumnya.

Memulai Lagi Bukan Berarti Semua Usaha Sebelumnya Sia-Sia

Salah satu alasan kita takut memulai lagi adalah karena merasa perjalanan sebelumnya menjadi sia-sia.

Padahal tidak selalu begitu.

Setiap pengalaman meninggalkan sesuatu. Kegagalan mengajarkan kehati-hatian. Kesalahan membuat kita lebih mengenal diri sendiri. Kehilangan mengajarkan bahwa tidak semua hal harus dipaksakan untuk tetap tinggal.

Bahkan ketika hasil akhirnya tidak sesuai harapan, perjalanan tersebut tetap bisa menjadi bekal untuk mengambil keputusan yang lebih matang.

Jadi ketika harus memulai kembali, sebenarnya kita tidak benar-benar kembali ke titik nol.

Kita membawa pengalaman.

Kita membawa pelajaran.

Kita membawa doa yang pernah dipanjatkan.

Dan kita membawa versi diri yang sudah sedikit lebih memahami kehidupan.

Tidak Semua Jalan yang Berakhir Berarti Kita Gagal

Kadang kita terlalu mudah menyebut sesuatu sebagai kegagalan hanya karena hasilnya tidak sesuai dengan rencana.

Padahal hidup tidak selalu berjalan dalam garis lurus.

Ada pintu yang terbuka, ada pintu yang tertutup. Ada kesempatan yang datang dengan cepat, ada pula sesuatu yang harus ditunggu jauh lebih lama.

Yang perlu dilakukan bukan memaksa semua hal berjalan sesuai keinginan, tetapi belajar melihat apa yang bisa diperbaiki dari keadaan tersebut.

Kalau sebuah usaha berhenti, mungkin saatnya mengevaluasi cara menjalankannya.

Kalau sebuah rencana gagal, mungkin ada bagian yang perlu disusun kembali.

Kalau sebuah jalan membuat hati semakin jauh dari kebaikan, mungkin memang sudah waktunya mencari arah yang berbeda.

Memulai lagi bukan berarti menyerah. Justru terkadang dibutuhkan keberanian untuk mengakui bahwa kita perlu mengambil jalan lain.

Jangan Terlalu Sibuk Memikirkan Apa Kata Orang

Salah satu hal yang membuat seseorang sulit memulai kembali adalah rasa takut terhadap penilaian orang lain.

Takut dianggap gagal.

Takut ditertawakan.

Takut ada yang berkata, “Bukannya kemarin sudah mencoba?”

Padahal orang lain tidak menjalani seluruh perjalanan kita.

Mereka mungkin hanya melihat hasil akhirnya, tanpa mengetahui berapa banyak malam yang dilewati dengan pikiran yang berat, berapa banyak usaha yang sudah dilakukan, atau berapa banyak doa yang pernah dipanjatkan.

Karena itu, jangan menjadikan komentar manusia sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki hidup.

Kalau keputusan yang diambil memang mengarah kepada sesuatu yang lebih baik dan tidak bertentangan dengan nilai agama, tidak ada salahnya berjalan kembali dari awal.

Memulai Lagi Bisa Menjadi Bentuk Ikhtiar

Dalam kehidupan seorang muslim, usaha tetap memiliki tempat yang penting.

Kita tidak diminta hanya menunggu keadaan berubah. Ada ikhtiar yang perlu dilakukan, kemudian disertai doa dan tawakal.

Karena itu, ketika sebuah rencana tidak berjalan, jangan berhenti hanya karena kecewa.

Evaluasi apa yang salah.

Perbaiki apa yang masih bisa diperbaiki.

Belajar dari pengalaman.

Lalu coba lagi dengan cara yang lebih baik.

Kalau sedang berusaha memperbaiki kondisi ekonomi, misalnya, jangan sampai rasa malu membuat kita memilih jalan yang tidak halal. Rezeki yang dicari dengan cara yang baik tetap perlu menjadi perhatian, karena keberkahan tidak hanya berkaitan dengan jumlah yang didapat, tetapi juga bagaimana cara mendapatkannya.

Untuk mengingat kembali pentingnya hal tersebut, kamu bisa membaca pembahasan tentang rezeki halal dan berkah sebagai bahan renungan.

Tidak Harus Langsung Besar

Ketika ingin memulai lagi, kita sering membuat target yang terlalu besar.

Akibatnya, baru beberapa hari berjalan sudah merasa lelah.

Padahal perubahan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang luar biasa.

Mulai dari satu kebiasaan.

Mulai dari satu keputusan.

Mulai dari satu langkah kecil yang bisa dilakukan hari ini.

Kalau ingin kembali mendekat kepada Allah, tidak perlu menunggu sampai menjadi manusia sempurna. Mulailah dengan memperbaiki ibadah yang mampu dijaga secara konsisten, memperbanyak doa, menghadiri majelis, belajar, dan memperbaiki akhlak sedikit demi sedikit.

Begitu pula dalam urusan kehidupan. Tidak perlu langsung menyelesaikan seluruh masalah dalam satu hari.

Selesaikan satu hal terlebih dahulu.

Besok lanjutkan lagi.

Jangan Tunggu Percaya Diri Baru Berjalan

Kadang kita berpikir bahwa keberanian harus muncul terlebih dahulu sebelum mengambil langkah.

Padahal sering kali justru keberanian tumbuh setelah kita mulai berjalan.

Awalnya mungkin masih takut.

Masih ragu.

Masih banyak pertanyaan.

Tidak apa-apa.

Kita tidak harus mengetahui seluruh perjalanan sebelum mengambil langkah pertama.

Yang penting, pastikan arah yang dituju baik, usaha dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan hati tetap bergantung kepada Allah.

Selebihnya, biarkan proses mengajarkan banyak hal yang belum kita pahami hari ini.

Kalau Pernah Jatuh, Bangun Lagi

Ada orang yang berhenti berusaha bukan karena tidak memiliki kesempatan, tetapi karena terlalu lama menghukum dirinya sendiri atas kesalahan masa lalu.

Padahal masa lalu memang tidak bisa diubah.

Yang masih bisa kita lakukan adalah menentukan apa yang akan dilakukan setelahnya.

Kalau pernah salah, perbaiki.

Kalau pernah gagal, belajar.

Kalau pernah jauh dari kebaikan, kembali.

Kalau pernah kehilangan arah, cari kembali jalan yang benar.

Jangan biarkan satu bab yang buruk membuat kita menganggap seluruh cerita sudah selesai.

Jalan Baru Tidak Selalu Terlihat Menjanjikan di Awal

Ketika memulai sesuatu yang baru, kita mungkin belum melihat hasilnya.

Itulah bagian yang paling menguji.

Kita bekerja tanpa tahu kapan hasilnya datang. Kita belajar tanpa tahu kapan kemampuan itu akan berguna. Kita memperbaiki diri tanpa langsung melihat perubahan besar.

Namun proses seperti ini tetap memiliki nilai.

Dalam salah satu pembahasan di Pemuda Majlis Nurul Musthofa, ditekankan pula bahwa seseorang tidak perlu menjadikan penilaian manusia sebagai penentu masa depannya. Yang penting adalah terus berikhtiar, menjaga cara yang baik, dan tidak kehilangan harapan kepada Allah.

Kamu bisa membaca kembali renungan tentang tetap berusaha meski diremehkan orang lain.

Mungkin Kamu Memang Sedang Membuka Bab Baru

Kalau hari ini kamu sedang berada di fase harus memulai lagi, jangan buru-buru menganggap semuanya berakhir.

Mungkin memang ada sesuatu yang harus dilepaskan agar ruang baru bisa terbuka.

Mungkin ada kebiasaan yang perlu ditinggalkan.

Mungkin ada cara lama yang harus diperbaiki.

Atau mungkin Allah sedang mengajarkanmu untuk lebih sabar sebelum memberikan sesuatu yang belum kamu lihat sekarang.

Kita tidak selalu memahami alasan di balik setiap perubahan ketika sedang menjalaninya.

Tetapi kita tetap bisa memilih untuk menjalani proses tersebut dengan ikhtiar, doa, dan hati yang tidak mudah menyerah.

Jangan Takut Memulai Lagi

Pada akhirnya, memulai lagi bukan sesuatu yang perlu membuat kita malu.

Setiap orang punya waktunya sendiri. Ada yang menemukan jalannya lebih cepat, ada yang harus berputar terlebih dahulu sebelum sampai pada tempat yang tepat.

Jangan terlalu sibuk menghitung seberapa jauh orang lain sudah berjalan.

Lihat langkahmu sendiri.

Kalau hari ini harus mulai dari awal, mulai saja.

Kalau harus belajar lagi, belajar lagi.

Kalau harus memperbaiki kesalahan, perbaiki.

Kalau harus berjalan lebih pelan, tidak masalah.

Karena memulai lagi bukan selalu tanda bahwa kita gagal. Bisa jadi, itu adalah kesempatan untuk menempuh jalan yang lebih baik dengan bekal pengalaman yang sudah kita miliki.

Jadi, jangan takut memulai lagi.

Barangkali jalan baru yang awalnya terasa asing justru menjadi jalan yang membawa kita kepada ketenangan, kebaikan, dan keberkahan yang selama ini kita cari.





Subscribe to receive free email updates:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *