"Anjir", "Goblok", "Tolol"... seberapa sering kata-kata itu keluar dari mulut kita saat lagi main game atau nongkrong? Ustaz Yasin membawa pesan yang sangat relatable buat anak muda zaman sekarang yang terjebak dalam budaya lisan yang toksik. Beliau menawarkan sebuah "System Upgrade" yang sangat menarik.
Sholawat: DM Langsung ke Rasulullah
Ustaz Yasin menggunakan analogi yang cerdas. Kalau kita titip salam ke orang hebat terus-menerus, lama-lama orang hebat itu bakal nanya, "Siapa sih si Yasin ini? Kok rajin banget kirim salam?" Begitupun sholawat. Setiap kali kita bersholawat, ada malaikat khusus yang bertugas mengantar salam itu langsung ke depan Baginda Nabi Muhammad SAW.
Kalau setiap malam minggu kita "spam" salam dan rindu, nama kita bakal tercatat di memori abadi Rasulullah. Bayangkan, nanti di hari kiamat saat semua orang panik, Rasulullah bakal mengenali kita, "Oh, ini si Fulan yang dulu sering titip salam lewat sholawat." Itu adalah bentuk prioritas akses yang nggak bisa dibeli dengan uang.
Mematikan "Toxic Mode" dalam Hidup
Beliau juga menyinggung soal perilaku anak muda yang lisan dan jempolnya gampang banget mem-bully orang. Main game dikit, marah-marah. Barang telat dikit, maki-maki. Lisan yang toksik itu sebenarnya mencerminkan hati yang "low battery".
Dengan hadir di majelis, kita sedang mengisi ulang energi kita. Lisan yang tadinya terbiasa mencaci, perlahan-lahan di-tuning ulang untuk memuji. Ustaz Yasin mengingatkan bahwa sholawat adalah rukun dalam sholat. Tanpa sholawat, sholat kita nggak sah. Itu artinya, sholawat adalah komponen inti dari sistem operasi kehidupan seorang Muslim. Jadi, daripada lisan dipakai buat hal-hal yang bikin "shadowban" di akhirat, mending kita pakai buat "push rank" lewat sholawat. Yuk, ubah vibe hidup kita dari toksik menjadi penuh berkah!
