Pernah nggak sih kamu merasa dirimu tidak terlalu berguna?
Melihat orang lain punya kemampuan yang hebat, pekerjaan yang bagus, pencapaian yang membanggakan, atau kehidupan yang terlihat lebih baik, sementara kita merasa berjalan di tempat yang sama.
Akhirnya muncul satu pertanyaan yang diam-diam mengganggu hati:
"Sebenarnya aku ini berguna nggak, sih?"
Kalau pernah merasakan hal seperti itu, mungkin kita perlu berhenti sejenak dan melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
Jangan terlalu cepat menganggap dirimu tidak berguna hanya karena manfaatmu belum terlihat besar di mata manusia.
Sebab Allah menciptakan segala sesuatu dengan tujuan.
Jangan Mengukur Nilai Dirimu dari Pandangan Orang Lain
Kita sering sekali menggunakan pencapaian orang lain sebagai alat untuk mengukur diri sendiri.
Ketika melihat seseorang berhasil, kita merasa tertinggal. Ketika melihat teman memiliki pekerjaan yang lebih baik, kita merasa hidup kita kurang. Ketika melihat orang lain punya kemampuan yang tidak kita miliki, kita mulai mempertanyakan kelebihan diri sendiri.
Padahal setiap orang memang diciptakan dengan kemampuan, perjalanan, dan peran yang berbeda.
Tidak semua orang harus menjadi terkenal agar berguna. Tidak semua kebaikan harus diketahui banyak orang. Bahkan ada amal yang justru nilainya besar karena hanya Allah yang mengetahuinya.
Jadi, jangan jadikan tepuk tangan manusia sebagai ukuran utama apakah hidupmu berarti atau tidak.
Debu yang Sering Dianggap Sepele Pun Bisa Menjadi Manfaat
Coba lihat sesuatu yang sederhana: debu.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin justru berusaha menghindari debu. Rumah dibersihkan supaya tidak berdebu. Meja dilap agar bebas dari debu. Kendaraan dicuci supaya tidak terlihat kotor.
Tetapi dalam kondisi tertentu, tanah atau debu yang memenuhi syarat dapat menjadi bagian dari sarana tayamum ketika seseorang tidak dapat menggunakan air sesuai ketentuan syariat.
Sesuatu yang sering kita anggap kotor dan tidak berharga ternyata memiliki fungsi yang Allah tetapkan dalam keadaan tertentu.
Dari sini kita bisa mengambil sebuah pelajaran sederhana.
Kalau sesuatu yang terlihat begitu sepele saja memiliki manfaat, bagaimana mungkin kita langsung menyimpulkan bahwa diri kita tidak berguna?
Mungkin manfaatmu belum terlihat. Mungkin peranmu belum besar. Mungkin kebaikanmu belum mendapatkan penghargaan.
Tetapi bukan berarti keberadaanmu tidak memiliki arti.
Setiap Orang Punya Peran yang Berbeda
Ada orang yang pekerjaannya terlihat besar di mata masyarakat.
Ada juga yang setiap hari hanya menjalankan tugas sederhana tanpa pernah mendapatkan pujian.
Seorang ibu yang merawat keluarganya mungkin tidak memiliki jabatan tinggi. Seorang ayah mungkin bekerja keras tanpa pernah menceritakan lelahnya. Seorang guru mungkin hanya mengajar beberapa murid, tetapi salah satu muridnya kelak bisa menjadi orang yang memberikan manfaat kepada banyak manusia.
Bahkan seseorang yang hanya memberikan senyum, membantu orang yang kesulitan, menghibur teman yang sedang sedih, atau mengingatkan orang lain untuk berbuat baik bisa menjadi sebab datangnya kebaikan.
Kita tidak pernah tahu seberapa jauh dampak dari sebuah kebaikan kecil.
Karena itu, jangan remehkan peranmu hanya karena terlihat sederhana.
Yang Kecil Bukan Berarti Tidak Berarti
Ada kesalahan cara berpikir yang sering terjadi dalam kehidupan.
Kita menganggap sesuatu baru bernilai jika hasilnya besar.
Padahal tidak selalu demikian.
Satu nasihat bisa mengubah keputusan seseorang. Satu doa bisa menjadi penguat bagi orang yang sedang berada di titik terendah. Satu tindakan kecil bisa menyelamatkan seseorang dari kesulitan yang tidak pernah kita ketahui.
Bahkan kebaikan yang tidak terlihat manusia tetap diketahui oleh Allah.
Jadi, jangan berhenti berbuat baik hanya karena tidak ada yang melihat.
Jangan berhenti membantu hanya karena tidak mendapatkan ucapan terima kasih.
Jangan berhenti belajar hanya karena belum ada yang menghargai kemampuanmu.
Dan jangan berhenti memperbaiki diri hanya karena perubahanmu belum terlihat oleh orang lain.
Mungkin Kamu Sedang Berada di Fase yang Belum Kamu Pahami
Ada masa ketika hidup terasa seperti tidak bergerak ke mana-mana.
Sudah berusaha, tetapi hasil belum terlihat. Sudah berdoa, tetapi keadaan belum berubah. Sudah mencoba menjadi lebih baik, tetapi masalah masih datang silih berganti.
Di fase seperti ini, sangat mudah bagi seseorang untuk merasa dirinya gagal.
Padahal bisa jadi kita sedang berada dalam proses yang memang belum selesai.
Sebuah pohon tidak langsung menghasilkan buah ketika benihnya baru ditanam. Begitu juga manusia. Ada proses yang membutuhkan waktu sebelum hasilnya terlihat.
Karena itu, jangan buru-buru menilai seluruh hidup hanya berdasarkan keadaanmu hari ini.
Bisa jadi apa yang sedang kamu jalani sekarang justru sedang membentuk sesuatu yang akan kamu pahami nanti.
Belajar Menerima Peran yang Allah Berikan
Menerima bukan berarti berhenti berkembang.
Kita tetap boleh punya cita-cita. Tetap boleh mengejar kehidupan yang lebih baik. Tetap boleh belajar dan berusaha memperbaiki keadaan.
Namun di saat yang sama, kita juga perlu belajar menerima bahwa tidak semua orang akan memiliki jalan hidup yang sama.
Kalau saat ini kehidupanmu belum seperti yang kamu inginkan, bukan berarti Allah sedang mengabaikanmu.
Bisa jadi ada pelajaran yang sedang Allah tanamkan melalui keadaan tersebut.
Belajar menerima keadaan dengan hati yang lebih tenang juga menjadi bagian dari perjalanan seorang Muslim. Kamu bisa membaca cara berdamai dengan takdir dan berhenti mengkhawatirkan hal yang tidak bisa kita kendalikan sebagai renungan lanjutan.
Jangan Sibuk Membandingkan Jalanmu dengan Jalan Orang Lain
Salah satu penyebab kita merasa tidak berguna adalah terlalu sering membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.
Kita melihat hasil mereka, tetapi tidak melihat prosesnya.
Kita melihat senyumnya, tetapi tidak tahu berapa banyak air mata yang sudah mereka lewati.
Kita melihat keberhasilannya, tetapi tidak tahu berapa banyak kegagalan yang pernah mereka hadapi.
Begitu juga sebaliknya.
Orang lain mungkin melihat hidupmu biasa saja, padahal mereka tidak tahu perjuangan yang sedang kamu jalani.
Maka daripada terus membandingkan diri, lebih baik tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah hari ini aku sudah menjadi lebih baik?
- Apakah masih ada kebaikan yang bisa aku lakukan?
- Apakah aku masih mau belajar?
- Apakah aku masih berusaha mendekat kepada Allah?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu jauh lebih berguna daripada terus bertanya mengapa hidup kita tidak seperti hidup orang lain.
Kalau Belum Bisa Menjadi Besar, Jadilah Bermanfaat
Kita tidak harus menunggu menjadi orang besar untuk mulai memberikan manfaat.
Mulailah dari hal yang bisa dilakukan sekarang.
Bantu keluarga. Jaga ucapan. Hormati orang tua. Berikan nasihat dengan cara yang baik. Sedekahkan apa yang mampu. Ajarkan ilmu yang bermanfaat. Tolong seseorang yang sedang kesulitan.
Tidak perlu menunggu punya banyak uang untuk berbuat baik.
Tidak perlu menunggu terkenal untuk memberikan manfaat.
Tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai memperbaiki diri.
Karena kebermanfaatan sering kali dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana.
Allah Tahu Nilai yang Tidak Dilihat Manusia
Mungkin ada kebaikanmu yang tidak pernah dipuji.
Mungkin ada perjuanganmu yang tidak pernah diketahui siapa pun.
Mungkin ada doa yang hanya kamu dan Allah yang tahu.
Jangan merasa semuanya sia-sia hanya karena manusia tidak melihatnya.
Penilaian manusia terbatas. Mereka hanya melihat apa yang tampak. Sementara Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati, mengetahui usaha yang dilakukan, dan mengetahui keadaan yang tidak pernah kita ceritakan kepada siapa pun.
Karena itu, tetaplah berbuat baik meskipun tidak selalu mendapatkan pengakuan.
Dan ketika hidup terasa berat, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Allah sedang meninggalkanmu. Bisa jadi justru saat itulah kamu sedang belajar sabar, ikhlas, dan semakin dekat kepada-Nya. Tentang pentingnya sabar, kamu juga bisa membaca renungan tentang derajat sabar menurut tasawuf.
Penutup: Jangan Pernah Merasa Kehadiranmu Sia-Sia
Kalau hari ini kamu sedang merasa tidak berguna, jangan langsung percaya pada perasaan itu.
Perasaan bisa berubah. Keadaan bisa berubah. Jalan hidup juga bisa berubah.
Apa yang sekarang terlihat kecil mungkin suatu hari menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Bahkan sesuatu yang sederhana seperti debu pun memiliki fungsi dalam keadaan tertentu.
Maka jangan terlalu cepat merendahkan dirimu sendiri.
Kamu tidak harus menjadi seperti orang lain untuk memiliki nilai. Kamu tidak harus mendapatkan pengakuan semua manusia untuk menjadi berarti.
Cukup terus berusaha menjadi hamba yang lebih baik, lakukan kebaikan semampumu, dan percaya bahwa Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia.
Mungkin hari ini kamu belum melihat manfaat dari keberadaanmu. Tetapi bukan berarti Allah tidak memiliki tujuan atas hidupmu.
Tetap berjalan. Tetap belajar. Tetap berbuat baik.
Sebab bisa jadi, apa yang menurutmu kecil justru menjadi bagian penting dari rencana kebaikan yang sedang Allah susun.
Wallahu a'lam bish-shawab.
